PERTUMBUHAN EKONOMI,PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI,DAN KRISIS EKONOMI
A.Pertumbuhan Ekonomi
1.Arti Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan merupakan kondisi utama atau suatu keharusan bagi kelangsungan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan . karena jumlah penduduk bertambah setiap tahun yang dengan sendiri nya kebutuhan konsumsi sehari-hari juga bertambah setiap tahun ,maka di butuhkan penambahan pendapatan setiap tahun.
2.Konsep Pendapatan Nasional
Ada dua arti dari PN, yakni arti sempit dan arti luas, dalam arti sempit, PN adalah PN. Sedangkan dalam arti luas PN dapat merujuk ke PDB atau merujuk ke produk nasional bruto (PNB) atau ke produk nasional neto (PNN).
PDB dapat di ukur dengan tiga macam pendekatan yaitu pendekatan produksi,pendekatan pendapatan,dan pendekatan pengeluaran. PDB adalah jumlah nilai output (NO) dari semua sector ekonomi atau lapangan usaha. Berdasarkan satu digit , biro Pusat Statistik (BPS) membagi ekonomi nasional dalam 9 sektor ,yakni pertanian,pertambangan,dan penggalian,industry manufaktur,listik gas dan air bersih,bangunan,perdagangan,hotel dan restoran,pengangkutandan komunikasi,keuangan,sewa dan jasa perusahaaan dan jasa – jasa.jadi PDB adalah jumlah NO dari ke Sembilan sector tersebut.
Sedangkan melalui pendekatan, PDBadalah jumlah pendapatan yang di terima oleh faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi masing masing sector seperti tenaga kerja (gaji/upah) pemilik modal (bunga/hasil investasi) pemilik tanah (hasil jual/sewa tanah) dan pengusaha ( keuntungan bisnis/perusahaan).
3.Sumber-sumber Pertumbuhan
Pertumbuhan ekonomi bisa bersumber dari pertumbuhan permintaan agregat (AD) atau/dan pertubuhan penawaran agregat (AS). Dari sisi AD peningkatan AD di dalam ekonomi bisa terjadi karena PN , yang terdiri atas permintaan masyarakat (konsumen),perusahaan dan pemerintah,meningkat .
Dari sisi AS pertumbuhan output bisa di sebabkan oleh peningkatan volume dan faktor-faktor produksi yang digunakan ,seperti tenaga kerja,modal(capital),tanah faktor produksi terakhir ini khususnya penting bagi sector pertanian dan energy.
4. Teori-teori dan Model-model Pertumbuhan.
A. teori klasik
Beberapa Teori Klasik antara lain sebagai berikut :
1) Teori Pertumbuhan Adam smith
2) Teori pertumbuhan David Ricardo
3) Teori Pertumbuhan dari Thomas Robert Malthus
4) Toeri Marx
B. teori Neo-keynes
Model pertumbuhan yang masuk di dalam kelompok teori neo-keynes adalah modal dari Harrod da Domar yang mencoba memperluas teori Keynes mengenai keseimbangan pertumbuhan ekonomi dalam perspektif jangka panjang dengan melihat pengaruh dari investasi ,baik pada AD maupun perluasan kapasitas produksi AS, yang pada akhir nya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
C.Teori Neo-Klasik
Beberapa model neo-klasik adalah antara lain sebagai berikut :
1). Model Pertumbuhan A.Lewis
2). Model Pertumbuhan Paul A.Baran
3). Teori ketergantungan Neokolonial
4) Model Pertumbuhan WW.rostow
5).Model Pertumbuhan Solow
D.Teori Modern
Teori / model pertumbuhan yang telah dibahas di atas kurang dapat menjelaskan pertumbuhan ekonomi yang tinggi sejak decade 1950 an di banyak Negara di dunia yang kenyatann nya pertumbuhan tersebut tidak sepenuh nya hanya di dorong oleh akumulasi modal dan penambahan jumlah tenga kerja ,tetapi juga di sebabkan oleh peningkatan produktivitas dari kedua faktor tersebut.
B.PERTUMBUHAN EKONOMI SEJAK ORDE BARU HINGGA PASCA KRISIS
Melihat kondisi pembangunanekonomi Indonesia selama pemerintahan orde baru (sewbelum krisis ekonomi 1977)dapat dikatakan bahwa Indonesia telah mengalami suatu proses pembangunan ekonomi yang spektakuler ,paling tidak pada tingkat makro (agregat).
Pada saat krisis ekonomi mencapai klimaks nya ,yakni tahun 1998,laju pertumbuhan,PDB jatuh drastic hingga 13,1%. Namun pada tahun 1999 kembali postif walaupun sangat kecil 0,8% dan tahun 2000 ekonomi Indonesia sempat mengalami laju pertumbuhan yang tinggi hampir mencapai 5%.
C. Faktor-Faktor Penentu Prospek Perekonomian Indonesia
A.PDB
Distribusi Produk Domestik Bruto (PDB) menurut sektor atas dasar harga berlaku menunjukkan peranan dan perubahan struktur ekonomi dari tahun ke tahun dan tiga sektor utama yaitu sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan mempunyai peranan sebesar 55,9 persen pada tahun 2006.
Sektor industri pengolahan memberi kontribusi sebesar 28,1 persen, sektor perdagangan, hotel dan restoran 14,9 persen, dan sektor pertanian 12,9 persen. Pada tahun 2006 terjadi perubahan peranan pada beberapa sektor ekonomi dibanding 2005 yaitu penurunan pada sektor pertanian, sektor pertambangan dan penggalian, sektor listrik gas dan air bersih, sektor perdagangan, hotel dan restoran, serta sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan. Mimin mengatakan penurunan yang cukup besar terjadi pada sektor perdagangan, hotel dan restoran dari 15,4 persen pada tahun 2005 menjadi 14,9 persen tahun 2006.
Peranan sektor pertambangan dan penggalian menurun dari 11,1 menjadi 10,6 persen, sektor pertanian menurun dari 13,1 persen menjadi 12,9 persen, sektor keuangan, real estat dan jasa perusahaan dari 8,3 persen menjadi 8,1 persen, sektor listrik, gas dan air bersih menurun dari 1,0 persen menjadi 0,9 persen. Sementara sektor konstruksi naik peranannya dari 7,0 persen tahun 2005 menjadi 7,5 persen tahun 2006, sektor pengangkutan dan komunikasi naik dari 6,5 persen menjadi 6,9 persen, sektor industri pengolahan naik dari 27,7 persen menjadi 28,1 persen dan sektor jasa-jasa naik dari 9,9 persen menjadi 10,1 persen. Peranan PDB tanpa migas naik dari 88,6 persen pada tahun 2005 menjadi 89,2 persen pada tahun 2006.
Product Domestic Bruto (PDB) Indonesia diproyeksikan menjadi Rp 4.200 triliun pada 2008. Sektor yang diharapkan untuk mendorong pertumbuhan PDB tersebut dari sektor konsumsi dan proyek infrastruktur. PDB 2008 sekitar Rp. 4.200 triliun. Yang paling mendorong itu konsumsi. Konsumsi adalah 60 persen, pemerintah menaruh pertumbuhan ekonomi itu didukung dengan kebijakan fiskal. Sedangkan PDB Indonesia pada 2007 diperkirakan mencapai Rp. 3.531,08 triliun.Konsumsi masyarakat yang pada titik kritis saat ini akibat menurunnya daya beli. Karena itu, pemerintah tengah menyiapkan program yang dapat meningkatkan pendapatan riil masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Selain itu, pemerintah juga akan mengurangi tingkat suku bunga dan inflasi.
Penerimaan naik itu tidak ada artinya jika inflasinya tinggi. Selain itu, harga terkendali, sehingga akhirnya income riil naik.Titik kritis yang lain adalah investasi. Untuk mencapai pertumbuhan PDB pada level tersebut, diperlukan investasi lebih dari Rp. 1.000 triliun. Jumlah kebutuhan investasi untuk mendorong infrastruktur. Jika investasi itu naik, maka akan terjadi akselerasi dan akhirnya menciptakan lapangan pekerjaan. Sehingga pemerintah dalan mengalokasikan jumlah anggaran yang cukup signifikan dalam belanja infrastruktur.Anggaran untuk infrastruktur itu, dapat disebar di departemen teknis antara lain Departemen Pekerjaan Umum dan Departemen Perhubungan. Pemerintah yang punya anggaran belanja modal, akan menggunakannya untuk belanja irigasi, bandara, pelabuhan, kereta api.Selain mengalokasikan anggaran yang meningkat signifikan untuk pembangunan infrastruktur, pemerintah juga mendorong investasi swasta melalui skema Public Private Partnership (PPP) untuk beberapa proyek seperti infrastruktur listik, pengadaan jalan, bandara dan pelabuhan. Menurut Anggito, pemerintah akan melakukan pembagian risiko terhadap pihak swasta.
Investasi juga akan dibentuk dari perbankan, PMDN, PMA, pasar modal, dan keuntungan perusahaan yang diinvestasikan. "Jadi dari sumber-sumber itu sudah masuk pipeline untuk bisa mendukung investasi yang memadai untuk 2008. Semua itu cukup untuk mendukung pertumbuhan 6,8 persen.Konsumsi, investasi, ditambah kinerja ekspor yang masih cukup baik, mampu membentuk PDB menjadi Rp 4.200 triliun. Sebelumnya, ekonomi pada 2008 ditargetkan tumbuh 6,8 persen. Asumsi tersebut juga memperhatikan proyeksi pencapaian 2007 yang diprediksi hanya akan mencapai 6,1 persen. Untuk mengejar target 2008 itu, beberapa indikator pendorong pertumbuhan mesti dipenuhi yaitu konsumsi rumah tangga harus tumbuh 5,9 persen, konsumsi pemerintah 6,2 persen, investasi 15,5 persen, ekspor 12,7 persen, dan impor 17,8 persen. Sedangkan Standard Chartered Bank (SCB) memprediksi pertumbuhan ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) tahun 2008 hanya 6,3%. Angka ini jauh lebih rendah dari target PDB dalam APBN 2008 sebesar 6,8%.
Setelah terpengaruh oleh dampak peningkatan tajam harga minyak dan tingkat suku bunga di tahun 2005, ekonomi Indonesia berangsur pulih dan perkembangannya cenderung meningkat dari 5,5% di tahun 2006 menjadi 6,1% di tahun 2007 dan 6,3% di tahun 2008. Angka PDB SCB ini sudah memperhitungkan prediksi adanya perlambatan ekonomi global di 2008. Tingginya harga minyak dunia merupakan ancaman bagi pertumbuhan. Dan PDB SCB memperkirakan harga minyak akan turun di 2008 seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Sementara menjelang Pemilu 2009 terlihat prospek pertumbuhan ekonomi. Ini karena pemerintah akan meningkatkan belanja untuk infrastruktur, mempercepat program infrastruktur. Angka pertumbuhan ekonomi 2008 dalam APBN sebesar 6,8% menurut Bank Indonesia (BI) adalah angka yang paling optimistis. BI sendiri untuk tahun 2008 lebih memilih target yang aman di kisaran 6,2-6,8 persen. Dalam APBN 2008, pertumbuhan ekonomi yang sebesar 6,8 persen memakai asumsi inflasi sebesar 6 persen, defisit anggaran 1,7 persen, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Rp 9.820, bunga SBI 3 bulan 7,5 persen dan harga minyak US$ 60 per barel. Produksi minyak 1,034 juta barel per hari.
D.PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI
1.TEORI DAN BUKTI EMPIRIS
Teori perubahan structural menitikberatkan pembahasan pada mekanisme transformasi ekonomi yang dialami oleh NSB yang semula lebih besifat subsitens dan meitik beratkan pada sector pertanian menuju ke struktur perekonomian yang lebih modern,yang dominasi oleh sector non primer.
Diadem kelompok Negara sedang berkembang (NSB),banyak Negara yang juga mengalami transisi ekonomi yang pesat dalam tiga decade terakhir ini, walaupun pola dan prosesnya berbeda antar Negara . variasi ini di sebabkan oleh perbedaan antar Negara dalam sejumlah faktor internal seperti berikut :
A) Kondisi dan struktur awal ekonomi dalam negeri (basis ekonomi)
B) Besar nya pasar dalam negeri
C) Pola distribusi pendapatan
D) Karakteristik dari industrial
E) Keberadaan SDA
F) Kebijakan perdagangan luar negeri
2.Kasus Indonesia
Kalau dilihat sejak awal era pemerintahan orde baru hingga sekarang ,dapat dikatakan bahwa proses perubahan struktur ekonomi Indonesia cukup pesat .pada tahun 1970,nilai tambah bruto (NTB) dari sector pertanian ,peternakan,kehutanan,dan perikanan menyumbang sekitar 45% terhadap pembentukan PDB dan oada decade 1990 an hanya tinggal sekitar 16% hingga 20% dan tahun 2006 tinggal 12,9%.
NAMA : SOPYAN HAKIM
KELAS : 1EB17
NPM : 26210660
REFERENSI :
http://ibnusina.my-place.us/index.php/sina-overview/35-teknologi/68-faktor-penentu-prospek-perekonomian-indonesia
Dr, Tulus T.H. Tambunan
Jumat, 01 April 2011
SEJARAH EKONOMI INDONESIA SEJAK ORDE LAMA HINGGA ERA REFORMASI
SEJARAH EKONOMI INDONESIA
A.Pemerintahan Orde Lama
Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Namun demikian, tidak berarti dalam praktiknya Indonesia sudah bebas dari Belanda dan bisa memberikan perhatian sepenuhnya pada pembangunan ekonomi. Karena hingga menjelang akhir 1940 an, Indonesia masih menghadapi dua peperangan besar dengan belanda,yakni polisi I dan II .Setelah akhirnya pemerintah Belanda mengakui secara resmi kemerdekaan Indonesia, selama dekade 1950-an hingga pertengahan tahun 1965 Indonesia dilanda gejolak politik di dalam negeri dan beberapa pemberontakan di sejumlah daerah seperti di sumatera dan Sulawesi.
Selain itu ,selama periode orde lama,kegiatan produksi di sector pertanian dan sector industry manufaktur berada pada tingkat yang sangat rendah karena keterbatasan kapasitas produksi dan infrastruktur pendukung,baik fisik maupun non fisik ,seperti penanndaan dari bank. Akibat rendah nya volume produksi dari sisi suplai dan tingginya permintaan akibat terlalu banyak nya uang beredar di masyarakat mengakibatkan tingginya tingkat inflasi yang sempat mencapai lebih dari 300%menjelang akhir periode lama.
Kebijakan paling penting yang dilakukan oleh Kabinet Hatta adalah reformasi moneter melalui devaluasi mata uang nasional yang pada saat itu masih gulden dan pemotongan uang sebesar 50% atas semua uang kertas yang beredar pada bulan Maret 1950, pada masa Kabinet Natsir untuk pertama kalinya dirumuskan suatu perencanaan pembangunan ekonomi, yang disebut Rencana Urgensi Perekonomian (RUP.
Pada masa Kabinet Wilopo langkah-langkah yang diambil untuk memulihkan perekonomian Indonesia adalah memperkenalkan konsep anggaran berimbang dalam APBN, memperketat impor, melakukan “rasionalisasi” angkatan bersenjata melalui , modernisasi dan pengurangan jumlah personil, dan pengiritan pengeluran pemerintah. Pada masa Kabinet Ali I, hanya dua langkah yang dilakukan, walaupun kurang berhasil, yakni pembatasan impor dan kebijakan uang ketat. Selama Kabinet Burhanuddin, tindakan ekonomi penting yang dilakukan termasuk di antaranya adalah liberalisasi impor, kebijakan uang ketat untuk menekan laku uang beredar, penyepurnaan Program Benteng, mengeluarkan kebijakan yang memperbolehkan modal asing masuk ke Indonesia, pemberian bantuan khusus pada pengusaha pribumi, dan pembatalan (secara sepihak) Persetujuan KMB sebagai usaha untuk menghilangkan sistem kolonial atau menghapuskan dominasi perusahaan Belanda dalam perekonomian Indonesia.
Selama periode 1950-an struktur ekonomi Indonesia masih peninggalan zaman kolonialisasi. Sektor formal/modern seperti pertambangan, distribusi, transportasi, bank, dan pertanian komersial, yang memiliki kontibusi lebih besar daripada sektor informal/tradisional terhadap output nasional atau PDB didominasi oleh perusahaan asing. Keadaan ekonomi Indonesia, terutama setelah dilakukan nasionalisasi terhadap semua perusahaan asing Belanda menjadi lebih buruk, ditambah lagi dengan peningkatan inflasi yang sangat tinggi pada dekade 1950-an. Selain kondisi politik di dalam negeri yang tidak mendukung, buruknya perekonomian Indonesia pada masa pemerintahan orde lama juga disebabkan oleh keterbatasan akan faktor-faktor produksi. Pada akhir September 1965 ketidakstablan politik di Indonesia mencapai puncaknya dengan terjadinya kudeta yang gagal dari PKI. Sejak peristiwa tersebut terjadi suatu perubahan politik yang drastis, yang selanjutnya juga mengubah sistem ekonomi yang dianut Indonesia pada masa orde lama, yakni dari pemikiran-pemikiran sosialis ke semikapitalis
B. Pemerintahan Orde Baru
Tepatnya pada bulan Maret 1966 Indonesia memasuki pemerintahan orde baru. Berbeda dengan pemerintahan orde lama, dalam era orde baru ini perhatian pemerintah lebih ditujukan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lewat pembangunan ekonomi dan sosial di tanah air. Pemerintah menjalin kembali hubungan baik dengan Barat dan menjauhi ideologi komunis. Indonesa juga kembali menjadi anggota perserikatan bangsa-bangsa (PBB) dan lembaga-lembaga dunia lainnya, seperti Bank Dunia dan IMF.
Sebelum rencana pembangunan lewat repelita dimulai, terlebih dahulu pemerintah melakukan pemulihan stabilitas ekonomi, sosial, dan politik, serta rehabilitasi ekonomi di dalam negeri. Sasaran dan kebijakan tersebut terutama adalah untuk menekan kembali tingkat inflasi, mengurangi defisit keuangan pemerintah dan menghidupkan kembali kegiatan produksi, termasuk ekspor, yang sempat mengalami stagnasi pada masa orde lama.. Menjelang akhir dekade 1960-an, atas kerja sama dengan Bank Dunia, IMF, dan ADB (Bank Pembangunan Asia) dibentuk suatu kelompok konsorium yang disebut Inter-Government Group on Indonesia (IGGI) dengan tujuan membiayai pembangunan ekonomi di Indonesia.
Tujuan jangka panjang dari pembangunan ekonomi di Indonesia pada masa orde baru adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui suatu proses industrialisasi dalam skala besar, yang pada saat itu dianggap sebagai satu-satunya cara yang paling tepat dan efektif untuk menanggulangi masalah-masalah ekonomi, seperti kesempatan kerja dan defisit neraca pembayaran
Pada bulan April 1969 repelita I dimula dan dampaknya juga dari repelita-repelita berikutnya selama orde baru terhadap perekonomian Indonesia cukup mengagumkan terutama dilihat pada tingkat makro. Proses pembangunan berjalan sangat cepat dengan laju pertumbuhan rata-rata per tahun yang cukup tinggi, jauh lebih baik daripada orde lama. Keberhasilan ekonomi pada masa Soeharto tidak saja disebabkan oleh kemampuan kabinet yang baik/solid dalam menyusun rencana, strategi dan kebijakan pembangunan ekonomi, tetapi juga berkat tiga hal: penghasilan ekspor yang sangat besar dari minyak, pinjaman luar negeri, dan PMA yang khususnya sejak dekade 1980-an perannya di dalam pembangunan ekonomi Indonesia meningkat tajam. Dapat dikatakan bahwa kebijakan Soeharto yang mengutamakan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang didasarkan pada sistem ekonomi liberal dan stabilitas politik yang pro Barat, telah membuat kepercayaan pihak Barat terhadap prospek pembangunan ekonomi Indonesia jauh lebih kuat dibandingkan terhadap banyak LDC’s lainnya.
Akan tetapi, pada tingkat meso dan mikro, hasil pembangunan selama masa itu dapat dikatakan tidak terlalu memukau seperti pada tingkat makro. Jumlah orang miskin masing besar dan kesenjangan ekonomi dan sosial cenderung melebar. Sebenarnya, pemerintah sadar betul akan masalah ini. Bahkan paradigma pembangunan ekonomi Indonesia pada era orde baru telah diwadahi dengan baik dalam konsep politik “Trilogi Pembangunan”, yaitu tiga prasyarat yang terkait secara erat dan saling memperkuat dan saling mendukung, yakni stabilitas nasional yang mantap dan dinamis dalam bidang politik dan ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan pemerataan pembangunan. Oleh karena itu, dalam usaha menghilangkan dampak negatif dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi terhadap kesenjangan dan kemiskinan, atau untuk menghilangkan atau memperkecil efek trade off antara pertumbuhan dan kesenjangan atau kemiskinan, didalam GBHN dinyatakan secara tegas pentingnya usaha-usaha untuk menghilangkan kemiskinan dan kesenjangan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada waktu yang bersamaan
C. Pemerintahan transisi
Pada tanggal 14 dan 15 Mei 1997 nilai tukar Bath Thailand terhadap dolar AS mengalami suatu goncangan hebat akibat para investor asing mengambil keputusan “jual”.untuk mempertahankan nilai tukar bath agar tidak jatuh terus,pemerintah Thailand melakukan intervensi dan di dukung oleh intervensi yang dilakukan oleh bank sentral singapura
Apa yang terjadi di Thailand akhirnya merembet ke Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya, awal dari krisis Asia. Rupiah mulai terasa goyang sekitar bulau Juli 1997. Menanggapi hal itu, pada bulan Juli 1997 BI melakukan 4 kali intervensi, yakni memperlebar rentang intervensi. Akan tetapi, pengaruhnya tidak banyak, nilai tukar rupiah dalam dolar AS terus tertekan, dan tanggal 13 Agustus 1997 rupiah mencapai rekor terendah dalam sejarah yakni Rp 2.682 per dolar AS. Dalam aksinya, pertama-tama BI memperluas rentang intervensi rupiah dari 8% menjadi 12%, tetapi akhirya juga menyerah dengan melepas rentang intervensinya, dan pasa hari yang sama juga rupiah anjlok ke Rp 2.755 per dolar AS. Hari-hari dan bulan-bulan berikutnya kurs rupiah terus melemah. Pada bulan Maret 1998 nilai tukar rupiah mencapai Rp 10.550 untuk satu dolar AS.
Sekitar bulan September 1997, nilai tukar rupiah yang terus melemah mulai menggoncang perekonomian Indonesia. Untuk mencegah agar keadaan tidak bertambah buruk, pemerintah orde baru mengambil beberapa langkah konkrit, diantaranya menunda proyek-proyek senilai Rp 39 triliun dalam upaya mengimbangi keterbatasan anggaran belanja negara yang sangat dipengaruhi oleh perubahan nilai rupiah tersebut. Pada awalnya pemerintah berusaha untuk menangani masalah krisis rupiah ini dengan kekuatan sendiri.
Pada akhir bulan Oktober 1997, IMF mengumumkan paket bantuan keuangannya pada Indonesia yang mencapai 40 miliar dolar AS. Sehari setelah pengumuman itu, seiring dengan paket reformasi yang ditentukan oleh IMF, pemerintah Indonesia mengumumkan pencabutan izin usaha 16 bank swasta yang dinilai tidak sehat.
Berbeda dengan Korea Selatan dan Thailand, dua negara yang sangat seirus dalam melaksanakan program reformasi, pemerintah Indonesia ternyata tidak melakukan reformasi sesuai dengan kesepakatan itu dengan IMF. Akhirnya pencairan pinjaman angsuran kedua senilai 3 miliar dolar AS yang seharusnya dilakukan pada bulan Maret 1998 terpaksa siundur. Padahal, Indonesia tidak ada jalan lain selain harus bekerja sama sepenuhnya dengan IMF, terutama karena dua hal
1. Berbeda dengan kondisi krisis di Thailand, Korsel, Filipina dan Malaysia, krisis ekonomi di Indonesia sebenarnya sudah menjelma menjadi krisis kepercayaan. Masyarakat dan dunia usaha, baik di dalam negeri maupun luar negeri (termasuk bank-bank di negara-negara mitra dagang Indonesia yang tidak lagi menerima letter of credit (L/C) dari bank-bank nasional dan investor-investor dunia) tidak lagi percaya akan kemampuan Indonesia untuk menanggulangi sendiri krisisnya; bahkan mereka juga tidak lagi percaya pada niat baik atau keseriusan pemerintah dalam menangani krisis ekonomi di dalam negeri.
2. Indonesia sangat membutuhkan dolar AS. Pada awal tahun 1998 kebutuhan itu diperkirakan sebesar 22,4 miliar dolar AS. Sementara, posisi cadangan devisa bersih yang dimiliki BI hingga awal Juni 1998 hanya 14.621,4 juta dolar AS.
Setelah gagal dalam pelaksanaan kesepakatan pertama itu, dilakukan lagi perundingan-perundingan baru antara pemerintah dan IMF pada bulan Maret 1998 dan dicapai lagi suatu kesepakatan baru pada bulan April 1998. Hasil-hasil perundingan dan kesepakatan itu dituangkan secara lengkap dalam satu dokumen bernama “Memorandum Tambahan tentang Kebijaksanaan Ekonomi Keuangan”. Krisis rupiah yang menjelma menjadi suatu krisis ekonomi, akhirnya juga memunculkan suatu krisis politik yang dapat dikatakan terbesar dalam sejarah Indonesia sejak merdeka tahun 1945. Krisis politik tersebut diawali dengan penembakan oleh tentara terhadap 4 mahasiswa Universitas Trisakti, tepatnya tanggal 13 Mei 1998, yang dikenal dengan sebutan Tragedi Trisakti. Kemudian, pada tanggal 14 dan 15 Mei kota Jakarta dilanda suatu kerusuhan yang juaga dapat dikatakan paling besar dan paling sadis yang pernah dialami Indonesia. Menjelang minggu-minggu terakhir bulan Mei 1998, DPR untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia dikuasai/diduduki oleh ribuan mahasiswa/i dari puluhan perguruan tinggi dari Jakarta dan luar Jakarta. Pada tanggal 21 Mei 1998 presiden Soeharto mengundurkan diri dan diganti oleh wakilnya Dr. Habibie, tanggal 23 Mei 1998 Presiden Habibie membentik kabinet baru, awal dari terbentuknya pemerintahan transisi.
Pada awalnya pemerintahan yang dipimpin Habibie disebut pemerintahan reformasi. Akan tetapi, setelah setahun berlalu, terlihat pemerintahan baru ini tidak jauh berbeda dengan pemerintahan sebelumnya, mereka juga orang-orang rezim orde baru, dan tidak ada perubahan yang nyata. Bahkan KKN semakin menjadi-jadi, kerusuhan muncul dimana-mana, dan masalah Soeharto tidak terselesaikan. Akhirnya banyak kalangan lebih suka menyebutya pemerintahan transisi daripada pemerintahan reformasi.
D. Pemerintahan Reformasi
Pertengahan tahun 1999 dilakukan pemilu, yang dimenangkan oleh PDI-P. Partai Golkar mendapat posisi ke dua. Bulan Oktober dilakukan SU MPR dan pemilihan presiden diselenggarakan pada tanggal 20 Oktober 1999, KH Abdurrachman Wahid atau dikenal dengan sebutan Gus dur terpilih sebagai presiden RI dan Megawati Soekano Putri sebagai wakil presiden. Pada awal pemertintahan reformasi maysarakat umum dan kalangan pengusaha dan investor, termasuk investor asing menaruh pengharapan besar terhadap kemampuan dan kesungguhan gus dur untuk membangkitkan kembali perekonomian nasional dan menuntaskan permasalahan yang ada di dalam negeri warisan rezim orde baru, seperti KKN, supremasi hukum, HAM, penembakan Tragedi Trisakti dan Semanggi I dan II, peranan ABRI didalam politik.
Akan tetapi, ketenangan masyarakat setelah Gus Dur terpilih sebagai presiden tidak berlangsung lama. Gus Dur mulai menunjukkan sikap dan mengeluarkan ucapan ucapan yang kontroversial yang membingungkan pelaku-pelaku bisnis. Gus Dur cenderung bersikap diktator dan praktik KKN semakin intensif, ini berarti bahwa rezim Gus Dur tidak berbeda dengan rezim orde baru. Selama pemerintahan Gus Dur, praktis tidak ada satupun masalah di dalam negeri yang dapat terselesaikan dengan baik. Berbagai kerusuhan social yang bernuansa disintegrasi dan sara terus berlanjut,misalnya pemberontakan Aceh,konflik Maluku dan pertikaian etnis di Kalimantan tengah.
E.Pemerintahan Gotong Royong
Setelah presiden Wahid turun, Megawati menjadi presiden Indonesia yang kelima. Pemerintahan Megawati mewarisi kondisi perekonomian Indonesia yang jauh lebih buruk daripada pemerintahan Gus Dur. Keterpurukan kondisi ekonomi yang ditinggal
Wahid kian terasa jika dilihat dari perkembangan indikator ekonomi lainnya, sepeti tingkat suku bunga, inflasi, saldo neraca pembayaran, dan defisit APBN. Inflasi yang dihadapi Kabinet Gotong Royong pimpinan Megawati juga sangat berat. Menurut data BPS, inflasi tahunan pada awal pemerintahan Wahid hanya sekitar 2%, sedangkan pada awal pemerintahan Megawati, atau periode januari-juli 2001 tingkat inflasi sudah mencapai 7,7%. Bahkan laju inflasi tahunan selama periode Juli 2000-juli 2001 sudah mencapai 13,5%.
Namun demikian, dalam era Megawati kinerja ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan, paling tidak dilihat dari laju pertumbuhan PDB. Pada tahun 2002 PDB Indonesia tumbuh 4,3% dibandingkan 3,8% pada tahun sebelumnya, dan kemajuan ini berlangsung terus hingga akhir periode Megawati yang mencapai 5,1%.
F.Pemerintahan Indonesia Bersatu
Pada bulan-bulan pertama pemerintahan SBY, rakyat Indonesia, pelaku usaha luar dan dalam negeri maupun negara-negara donor serta lembaga-lembaga dunia, seperti IMF, Bank Dunia, dan ADB, sempat optimis kinerja ekonomi Indonesia 5 tahun kedepan akan jauh lebih baik dibandingkan pada masa pemerintahan sebelumnya sejak Soeharto lengser. Namun pada pertengahan kedua tahun 2005 ekonomi Indonesia diguncang oleh dua peristiwa yang tak terduga sama sekali, yaitu naiknya harga minyak mentah di pasar internasional dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Kenaikkan harga BBM di pasar internasional dari 45 dollar AS per barrel awal tahun 2005 menjadi 70 dllar AS per barrel awal agustus 2005 sangat tidak menguntungkan Indonesia. Walaupun Indonesia merupakan salah satu anggota OPEC, Indonesia juga impor BBM dalam jumlah yang semakin besar dalam beberapa tahun belakangan. Akibatnya Indonesia bukan saja menjadi net oil importer, tetapi juga sudah menjadi pengimpor BBM terbesar di Asia.
Menjelang akhir masa jabatan SBY yang akan berakhir tahun 2009, perekonomian Indonesia menghadapi dua goncangan eksternal, yakni harga BBM yang terus naik dan kenaikkan harga pangan di pasar global. Kedua goncangan tersebut sangat mengancam kestabilan perekonomian nasional, khususnya tingkat inflasi.
Pada kabinet Indonesia Bersatu jilid 1 yaitu pada tahun 2004-2009 utang negara kita mroket drastis dari 1275 triliun menjadi 1667 triliun. Dengan sistemkebijakan pemerintah SBY saat ini, rakyat dipaksa menanggung beban uatang para bankir lewat beragam pemotongan subsidi seperti pendidikan (BHP) dan kesehatan. Sekarang zamannya Indonesia Bersatu jilid II kita tidak bisa langsung mengetahui bagaimana kinerja pemerintah yang sekarang karena baru menjabat 2 tahun. Tapi melihat kondisi perekonomian Indonesia yang sekarang ini sulit rasanya menstabilkan ekonomi. Banyak sekali masalah penting di zaman pemerintah jilid I dan II yang hilang begitu saja tanpa tahu akhir inti dan akar kemana permasalahan itu berawal.
NAMA : SOPYAN HAKIM
KELAS : 1EB17
NPM : 26210660
REFERENSI :
Dr. Tulus T.H. Tambunan
A.Pemerintahan Orde Lama
Pada tanggal 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Namun demikian, tidak berarti dalam praktiknya Indonesia sudah bebas dari Belanda dan bisa memberikan perhatian sepenuhnya pada pembangunan ekonomi. Karena hingga menjelang akhir 1940 an, Indonesia masih menghadapi dua peperangan besar dengan belanda,yakni polisi I dan II .Setelah akhirnya pemerintah Belanda mengakui secara resmi kemerdekaan Indonesia, selama dekade 1950-an hingga pertengahan tahun 1965 Indonesia dilanda gejolak politik di dalam negeri dan beberapa pemberontakan di sejumlah daerah seperti di sumatera dan Sulawesi.
Selain itu ,selama periode orde lama,kegiatan produksi di sector pertanian dan sector industry manufaktur berada pada tingkat yang sangat rendah karena keterbatasan kapasitas produksi dan infrastruktur pendukung,baik fisik maupun non fisik ,seperti penanndaan dari bank. Akibat rendah nya volume produksi dari sisi suplai dan tingginya permintaan akibat terlalu banyak nya uang beredar di masyarakat mengakibatkan tingginya tingkat inflasi yang sempat mencapai lebih dari 300%menjelang akhir periode lama.
Kebijakan paling penting yang dilakukan oleh Kabinet Hatta adalah reformasi moneter melalui devaluasi mata uang nasional yang pada saat itu masih gulden dan pemotongan uang sebesar 50% atas semua uang kertas yang beredar pada bulan Maret 1950, pada masa Kabinet Natsir untuk pertama kalinya dirumuskan suatu perencanaan pembangunan ekonomi, yang disebut Rencana Urgensi Perekonomian (RUP.
Pada masa Kabinet Wilopo langkah-langkah yang diambil untuk memulihkan perekonomian Indonesia adalah memperkenalkan konsep anggaran berimbang dalam APBN, memperketat impor, melakukan “rasionalisasi” angkatan bersenjata melalui , modernisasi dan pengurangan jumlah personil, dan pengiritan pengeluran pemerintah. Pada masa Kabinet Ali I, hanya dua langkah yang dilakukan, walaupun kurang berhasil, yakni pembatasan impor dan kebijakan uang ketat. Selama Kabinet Burhanuddin, tindakan ekonomi penting yang dilakukan termasuk di antaranya adalah liberalisasi impor, kebijakan uang ketat untuk menekan laku uang beredar, penyepurnaan Program Benteng, mengeluarkan kebijakan yang memperbolehkan modal asing masuk ke Indonesia, pemberian bantuan khusus pada pengusaha pribumi, dan pembatalan (secara sepihak) Persetujuan KMB sebagai usaha untuk menghilangkan sistem kolonial atau menghapuskan dominasi perusahaan Belanda dalam perekonomian Indonesia.
Selama periode 1950-an struktur ekonomi Indonesia masih peninggalan zaman kolonialisasi. Sektor formal/modern seperti pertambangan, distribusi, transportasi, bank, dan pertanian komersial, yang memiliki kontibusi lebih besar daripada sektor informal/tradisional terhadap output nasional atau PDB didominasi oleh perusahaan asing. Keadaan ekonomi Indonesia, terutama setelah dilakukan nasionalisasi terhadap semua perusahaan asing Belanda menjadi lebih buruk, ditambah lagi dengan peningkatan inflasi yang sangat tinggi pada dekade 1950-an. Selain kondisi politik di dalam negeri yang tidak mendukung, buruknya perekonomian Indonesia pada masa pemerintahan orde lama juga disebabkan oleh keterbatasan akan faktor-faktor produksi. Pada akhir September 1965 ketidakstablan politik di Indonesia mencapai puncaknya dengan terjadinya kudeta yang gagal dari PKI. Sejak peristiwa tersebut terjadi suatu perubahan politik yang drastis, yang selanjutnya juga mengubah sistem ekonomi yang dianut Indonesia pada masa orde lama, yakni dari pemikiran-pemikiran sosialis ke semikapitalis
B. Pemerintahan Orde Baru
Tepatnya pada bulan Maret 1966 Indonesia memasuki pemerintahan orde baru. Berbeda dengan pemerintahan orde lama, dalam era orde baru ini perhatian pemerintah lebih ditujukan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lewat pembangunan ekonomi dan sosial di tanah air. Pemerintah menjalin kembali hubungan baik dengan Barat dan menjauhi ideologi komunis. Indonesa juga kembali menjadi anggota perserikatan bangsa-bangsa (PBB) dan lembaga-lembaga dunia lainnya, seperti Bank Dunia dan IMF.
Sebelum rencana pembangunan lewat repelita dimulai, terlebih dahulu pemerintah melakukan pemulihan stabilitas ekonomi, sosial, dan politik, serta rehabilitasi ekonomi di dalam negeri. Sasaran dan kebijakan tersebut terutama adalah untuk menekan kembali tingkat inflasi, mengurangi defisit keuangan pemerintah dan menghidupkan kembali kegiatan produksi, termasuk ekspor, yang sempat mengalami stagnasi pada masa orde lama.. Menjelang akhir dekade 1960-an, atas kerja sama dengan Bank Dunia, IMF, dan ADB (Bank Pembangunan Asia) dibentuk suatu kelompok konsorium yang disebut Inter-Government Group on Indonesia (IGGI) dengan tujuan membiayai pembangunan ekonomi di Indonesia.
Tujuan jangka panjang dari pembangunan ekonomi di Indonesia pada masa orde baru adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui suatu proses industrialisasi dalam skala besar, yang pada saat itu dianggap sebagai satu-satunya cara yang paling tepat dan efektif untuk menanggulangi masalah-masalah ekonomi, seperti kesempatan kerja dan defisit neraca pembayaran
Pada bulan April 1969 repelita I dimula dan dampaknya juga dari repelita-repelita berikutnya selama orde baru terhadap perekonomian Indonesia cukup mengagumkan terutama dilihat pada tingkat makro. Proses pembangunan berjalan sangat cepat dengan laju pertumbuhan rata-rata per tahun yang cukup tinggi, jauh lebih baik daripada orde lama. Keberhasilan ekonomi pada masa Soeharto tidak saja disebabkan oleh kemampuan kabinet yang baik/solid dalam menyusun rencana, strategi dan kebijakan pembangunan ekonomi, tetapi juga berkat tiga hal: penghasilan ekspor yang sangat besar dari minyak, pinjaman luar negeri, dan PMA yang khususnya sejak dekade 1980-an perannya di dalam pembangunan ekonomi Indonesia meningkat tajam. Dapat dikatakan bahwa kebijakan Soeharto yang mengutamakan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang didasarkan pada sistem ekonomi liberal dan stabilitas politik yang pro Barat, telah membuat kepercayaan pihak Barat terhadap prospek pembangunan ekonomi Indonesia jauh lebih kuat dibandingkan terhadap banyak LDC’s lainnya.
Akan tetapi, pada tingkat meso dan mikro, hasil pembangunan selama masa itu dapat dikatakan tidak terlalu memukau seperti pada tingkat makro. Jumlah orang miskin masing besar dan kesenjangan ekonomi dan sosial cenderung melebar. Sebenarnya, pemerintah sadar betul akan masalah ini. Bahkan paradigma pembangunan ekonomi Indonesia pada era orde baru telah diwadahi dengan baik dalam konsep politik “Trilogi Pembangunan”, yaitu tiga prasyarat yang terkait secara erat dan saling memperkuat dan saling mendukung, yakni stabilitas nasional yang mantap dan dinamis dalam bidang politik dan ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, dan pemerataan pembangunan. Oleh karena itu, dalam usaha menghilangkan dampak negatif dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi terhadap kesenjangan dan kemiskinan, atau untuk menghilangkan atau memperkecil efek trade off antara pertumbuhan dan kesenjangan atau kemiskinan, didalam GBHN dinyatakan secara tegas pentingnya usaha-usaha untuk menghilangkan kemiskinan dan kesenjangan dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada waktu yang bersamaan
C. Pemerintahan transisi
Pada tanggal 14 dan 15 Mei 1997 nilai tukar Bath Thailand terhadap dolar AS mengalami suatu goncangan hebat akibat para investor asing mengambil keputusan “jual”.untuk mempertahankan nilai tukar bath agar tidak jatuh terus,pemerintah Thailand melakukan intervensi dan di dukung oleh intervensi yang dilakukan oleh bank sentral singapura
Apa yang terjadi di Thailand akhirnya merembet ke Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya, awal dari krisis Asia. Rupiah mulai terasa goyang sekitar bulau Juli 1997. Menanggapi hal itu, pada bulan Juli 1997 BI melakukan 4 kali intervensi, yakni memperlebar rentang intervensi. Akan tetapi, pengaruhnya tidak banyak, nilai tukar rupiah dalam dolar AS terus tertekan, dan tanggal 13 Agustus 1997 rupiah mencapai rekor terendah dalam sejarah yakni Rp 2.682 per dolar AS. Dalam aksinya, pertama-tama BI memperluas rentang intervensi rupiah dari 8% menjadi 12%, tetapi akhirya juga menyerah dengan melepas rentang intervensinya, dan pasa hari yang sama juga rupiah anjlok ke Rp 2.755 per dolar AS. Hari-hari dan bulan-bulan berikutnya kurs rupiah terus melemah. Pada bulan Maret 1998 nilai tukar rupiah mencapai Rp 10.550 untuk satu dolar AS.
Sekitar bulan September 1997, nilai tukar rupiah yang terus melemah mulai menggoncang perekonomian Indonesia. Untuk mencegah agar keadaan tidak bertambah buruk, pemerintah orde baru mengambil beberapa langkah konkrit, diantaranya menunda proyek-proyek senilai Rp 39 triliun dalam upaya mengimbangi keterbatasan anggaran belanja negara yang sangat dipengaruhi oleh perubahan nilai rupiah tersebut. Pada awalnya pemerintah berusaha untuk menangani masalah krisis rupiah ini dengan kekuatan sendiri.
Pada akhir bulan Oktober 1997, IMF mengumumkan paket bantuan keuangannya pada Indonesia yang mencapai 40 miliar dolar AS. Sehari setelah pengumuman itu, seiring dengan paket reformasi yang ditentukan oleh IMF, pemerintah Indonesia mengumumkan pencabutan izin usaha 16 bank swasta yang dinilai tidak sehat.
Berbeda dengan Korea Selatan dan Thailand, dua negara yang sangat seirus dalam melaksanakan program reformasi, pemerintah Indonesia ternyata tidak melakukan reformasi sesuai dengan kesepakatan itu dengan IMF. Akhirnya pencairan pinjaman angsuran kedua senilai 3 miliar dolar AS yang seharusnya dilakukan pada bulan Maret 1998 terpaksa siundur. Padahal, Indonesia tidak ada jalan lain selain harus bekerja sama sepenuhnya dengan IMF, terutama karena dua hal
1. Berbeda dengan kondisi krisis di Thailand, Korsel, Filipina dan Malaysia, krisis ekonomi di Indonesia sebenarnya sudah menjelma menjadi krisis kepercayaan. Masyarakat dan dunia usaha, baik di dalam negeri maupun luar negeri (termasuk bank-bank di negara-negara mitra dagang Indonesia yang tidak lagi menerima letter of credit (L/C) dari bank-bank nasional dan investor-investor dunia) tidak lagi percaya akan kemampuan Indonesia untuk menanggulangi sendiri krisisnya; bahkan mereka juga tidak lagi percaya pada niat baik atau keseriusan pemerintah dalam menangani krisis ekonomi di dalam negeri.
2. Indonesia sangat membutuhkan dolar AS. Pada awal tahun 1998 kebutuhan itu diperkirakan sebesar 22,4 miliar dolar AS. Sementara, posisi cadangan devisa bersih yang dimiliki BI hingga awal Juni 1998 hanya 14.621,4 juta dolar AS.
Setelah gagal dalam pelaksanaan kesepakatan pertama itu, dilakukan lagi perundingan-perundingan baru antara pemerintah dan IMF pada bulan Maret 1998 dan dicapai lagi suatu kesepakatan baru pada bulan April 1998. Hasil-hasil perundingan dan kesepakatan itu dituangkan secara lengkap dalam satu dokumen bernama “Memorandum Tambahan tentang Kebijaksanaan Ekonomi Keuangan”. Krisis rupiah yang menjelma menjadi suatu krisis ekonomi, akhirnya juga memunculkan suatu krisis politik yang dapat dikatakan terbesar dalam sejarah Indonesia sejak merdeka tahun 1945. Krisis politik tersebut diawali dengan penembakan oleh tentara terhadap 4 mahasiswa Universitas Trisakti, tepatnya tanggal 13 Mei 1998, yang dikenal dengan sebutan Tragedi Trisakti. Kemudian, pada tanggal 14 dan 15 Mei kota Jakarta dilanda suatu kerusuhan yang juaga dapat dikatakan paling besar dan paling sadis yang pernah dialami Indonesia. Menjelang minggu-minggu terakhir bulan Mei 1998, DPR untuk pertama kalinya dalam sejarah Indonesia dikuasai/diduduki oleh ribuan mahasiswa/i dari puluhan perguruan tinggi dari Jakarta dan luar Jakarta. Pada tanggal 21 Mei 1998 presiden Soeharto mengundurkan diri dan diganti oleh wakilnya Dr. Habibie, tanggal 23 Mei 1998 Presiden Habibie membentik kabinet baru, awal dari terbentuknya pemerintahan transisi.
Pada awalnya pemerintahan yang dipimpin Habibie disebut pemerintahan reformasi. Akan tetapi, setelah setahun berlalu, terlihat pemerintahan baru ini tidak jauh berbeda dengan pemerintahan sebelumnya, mereka juga orang-orang rezim orde baru, dan tidak ada perubahan yang nyata. Bahkan KKN semakin menjadi-jadi, kerusuhan muncul dimana-mana, dan masalah Soeharto tidak terselesaikan. Akhirnya banyak kalangan lebih suka menyebutya pemerintahan transisi daripada pemerintahan reformasi.
D. Pemerintahan Reformasi
Pertengahan tahun 1999 dilakukan pemilu, yang dimenangkan oleh PDI-P. Partai Golkar mendapat posisi ke dua. Bulan Oktober dilakukan SU MPR dan pemilihan presiden diselenggarakan pada tanggal 20 Oktober 1999, KH Abdurrachman Wahid atau dikenal dengan sebutan Gus dur terpilih sebagai presiden RI dan Megawati Soekano Putri sebagai wakil presiden. Pada awal pemertintahan reformasi maysarakat umum dan kalangan pengusaha dan investor, termasuk investor asing menaruh pengharapan besar terhadap kemampuan dan kesungguhan gus dur untuk membangkitkan kembali perekonomian nasional dan menuntaskan permasalahan yang ada di dalam negeri warisan rezim orde baru, seperti KKN, supremasi hukum, HAM, penembakan Tragedi Trisakti dan Semanggi I dan II, peranan ABRI didalam politik.
Akan tetapi, ketenangan masyarakat setelah Gus Dur terpilih sebagai presiden tidak berlangsung lama. Gus Dur mulai menunjukkan sikap dan mengeluarkan ucapan ucapan yang kontroversial yang membingungkan pelaku-pelaku bisnis. Gus Dur cenderung bersikap diktator dan praktik KKN semakin intensif, ini berarti bahwa rezim Gus Dur tidak berbeda dengan rezim orde baru. Selama pemerintahan Gus Dur, praktis tidak ada satupun masalah di dalam negeri yang dapat terselesaikan dengan baik. Berbagai kerusuhan social yang bernuansa disintegrasi dan sara terus berlanjut,misalnya pemberontakan Aceh,konflik Maluku dan pertikaian etnis di Kalimantan tengah.
E.Pemerintahan Gotong Royong
Setelah presiden Wahid turun, Megawati menjadi presiden Indonesia yang kelima. Pemerintahan Megawati mewarisi kondisi perekonomian Indonesia yang jauh lebih buruk daripada pemerintahan Gus Dur. Keterpurukan kondisi ekonomi yang ditinggal
Wahid kian terasa jika dilihat dari perkembangan indikator ekonomi lainnya, sepeti tingkat suku bunga, inflasi, saldo neraca pembayaran, dan defisit APBN. Inflasi yang dihadapi Kabinet Gotong Royong pimpinan Megawati juga sangat berat. Menurut data BPS, inflasi tahunan pada awal pemerintahan Wahid hanya sekitar 2%, sedangkan pada awal pemerintahan Megawati, atau periode januari-juli 2001 tingkat inflasi sudah mencapai 7,7%. Bahkan laju inflasi tahunan selama periode Juli 2000-juli 2001 sudah mencapai 13,5%.
Namun demikian, dalam era Megawati kinerja ekonomi Indonesia menunjukkan perbaikan, paling tidak dilihat dari laju pertumbuhan PDB. Pada tahun 2002 PDB Indonesia tumbuh 4,3% dibandingkan 3,8% pada tahun sebelumnya, dan kemajuan ini berlangsung terus hingga akhir periode Megawati yang mencapai 5,1%.
F.Pemerintahan Indonesia Bersatu
Pada bulan-bulan pertama pemerintahan SBY, rakyat Indonesia, pelaku usaha luar dan dalam negeri maupun negara-negara donor serta lembaga-lembaga dunia, seperti IMF, Bank Dunia, dan ADB, sempat optimis kinerja ekonomi Indonesia 5 tahun kedepan akan jauh lebih baik dibandingkan pada masa pemerintahan sebelumnya sejak Soeharto lengser. Namun pada pertengahan kedua tahun 2005 ekonomi Indonesia diguncang oleh dua peristiwa yang tak terduga sama sekali, yaitu naiknya harga minyak mentah di pasar internasional dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Kenaikkan harga BBM di pasar internasional dari 45 dollar AS per barrel awal tahun 2005 menjadi 70 dllar AS per barrel awal agustus 2005 sangat tidak menguntungkan Indonesia. Walaupun Indonesia merupakan salah satu anggota OPEC, Indonesia juga impor BBM dalam jumlah yang semakin besar dalam beberapa tahun belakangan. Akibatnya Indonesia bukan saja menjadi net oil importer, tetapi juga sudah menjadi pengimpor BBM terbesar di Asia.
Menjelang akhir masa jabatan SBY yang akan berakhir tahun 2009, perekonomian Indonesia menghadapi dua goncangan eksternal, yakni harga BBM yang terus naik dan kenaikkan harga pangan di pasar global. Kedua goncangan tersebut sangat mengancam kestabilan perekonomian nasional, khususnya tingkat inflasi.
Pada kabinet Indonesia Bersatu jilid 1 yaitu pada tahun 2004-2009 utang negara kita mroket drastis dari 1275 triliun menjadi 1667 triliun. Dengan sistemkebijakan pemerintah SBY saat ini, rakyat dipaksa menanggung beban uatang para bankir lewat beragam pemotongan subsidi seperti pendidikan (BHP) dan kesehatan. Sekarang zamannya Indonesia Bersatu jilid II kita tidak bisa langsung mengetahui bagaimana kinerja pemerintah yang sekarang karena baru menjabat 2 tahun. Tapi melihat kondisi perekonomian Indonesia yang sekarang ini sulit rasanya menstabilkan ekonomi. Banyak sekali masalah penting di zaman pemerintah jilid I dan II yang hilang begitu saja tanpa tahu akhir inti dan akar kemana permasalahan itu berawal.
NAMA : SOPYAN HAKIM
KELAS : 1EB17
NPM : 26210660
REFERENSI :
Dr. Tulus T.H. Tambunan
SISTEM EKONOMI INDONESIA
SISTEM EKONOMI INDONESIA
A.Pengertan Sistem Ekonomi
Menurut Dumairy (1996), sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antarmanusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Sebuah sistem ekonomi terdiri atas unsur-unsur manusia sebagai subjek; barang-barang ekonomi sebagai objek; serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi.
Selanjutnya Dumairy menjelaskan bahwa suatu system ekonomi tidak lah berdiri sendiri.ia berkaitan dengan falsafah,pandangan dan pola hidup masyarakat tempat nya berpijak.sebuah system ekonomi sesungguh nya merupakan salah satu unsure saja dalam suatu suprasistem kehidupan masyarakat.
Oleh sebab itu Dumairy berpendapat bahwa sebagai bagian dari suprasistem kehidupan,system ekonomi di suatu Negara berkaitan dengan system-sistem social lain yang berlangsung di dalam masyarakat dan system serta ideology politik di Negara tersebut.
Sementara Sheridan (1998) berpendapat bahwa Economic system refers to the way people perform economic activities in their search for personal happiness. Dalam kata lain sistem ekonomi adalah cara menusia melakukan kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan kepuasan pribadinya.
Sanusi (2000) menguraikan pendapat-pendapat dari sejumlah orang di dalam maupun luar negeri yang dapat dirangkum sebagai berikut: Sistem Ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri atas sejumlah lembaga atau pranata (ekonomi, sosial-politik, ide-ide) yang saling memengaruhi satu dengan yang lainnya yang ditujukan ke arah pemecahan problem-problem produksi-distribusi konsumsi yang merupakan problem dasar setiap perekonomian.
Menurut Sanusi, setiap sistem ekonomi dipengaruhi oleh sejumlah kekuatan yaitu:
1. Sumber-sumber sejarah, kultur/tradisi, cita-cita, keinginan-keinginan dan sikap masyarakat
2. SDA, termasuk iklim
3. Filsafat yang dimiliki dan yang dibela oleh sebagian besar masyarakat
4. Teorisi yang dilakukan masyarakat pada masa lalu/sekarang mengenai bagaimana cara mencapai cita-cita/keinginan serta tujuan-tujuan/sasaran-sasaran yang dipilih
5. Trials dan errors/ uji coba yang dilakukan oleh masyarakat dalam mencari alat-alat ekonomi
Sedangkan, menurut Lemhannas (1989), ada 8 kekuatan yang memengaruhi sistem ekonomi yaitu:
1. Falsafah dan ideologinya
2. Akumulasi ilmu pengetahuan yang dimiliki masyarakatnya
3. Nilai-nilai moral dan adat kebiasaan masyarakatnya
4. Karakteristik demografinya
5. Nilai estetik, norma-norma, serta kebudayaan masyarakatnya
6. Sistem hukum nasionalnya
7. Sistem politiknya
8. Sub-sub sistem sosialnya, termasuk pengalaman sejarah pada masa lalu serta uji coba yang dilakukan masyarakatnya dalam mewujudkan tujuan ekonominya.
B.Sistem-Sistem Ekonomi
Menurut sanusi (2000), perbedaan antarsistem ekonomi satu negara dengan negara lainnya terlihat dari ciri-ciri sebagai berikut:
1. Kebebesan konsumen dalam memilih barang dan jasa yang dibutuhkan
2. Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja
3. Pengaturan pemilihan/pemakaian alat-alat produksi
4. Pemilihan usaha yang dimanifestasikan dalam tanggung jawab manajer
5. Pengaturan atas keuntungan usaha barang yang diperoleh
6. Pengaturan motivasi usaha
7. Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi
8. Penentuan pertumbuhan ekonomi
9. Penentuan stabilitas ekonomi
10. Pengambilan keputusan
11. Pelaksanaan pemerataan kesejahteraan
Secara umum ada macam sistem ekonomi yang dikenal di dunia yaitu:
1. Sistem Ekonomi Kapitalis
Dalam Sanusi system ekonomi kapitalis adalah suatu system ekonomi dimana kekayaan yang produktif terutama dimiliki secara pribadi dan produksi terutama dilakukan untuk dijual.
Ada 6 asas yang dapat dilihat sebagai ciri dari sistem ekonomi kapitalis, yakni
1) Hak milik pribadi.
2) Kebebasan berusaha dan kebebesan memilih.
3) Motif kepentingan diri sendiri.
4) Persaingan.
5) Harga ditentukan oleh mekanisme pasar.
6) Peranan terbatas pemerintah.
2. Sistem Ekonomi Sosialis
Seperti yang di jelaskan di Dumairy (1996), system ekonomi sosialis adalah kebalikan dari system ekonomi kapitalis.Sistem ekonomi sosialis dapat di bagi dalam dua sub system, yakni system ekonomi sosialis dari marxis ,dan system ekonomi sosialisme democrat .
Dalam sistem ekonomi sosialisme demokrat, seperti yang dianut oleh banyak negara di Eropa Barat (terutama Jerman), dapat dikatakan bahwa kekuasaan otoritas tertinggi jauh berkurang.
Landasan ilmiah dari sistem ini adalah kombinasi antara prinsip-prinsip kebebasan individu dengan kemerataan sosial, jadi bukan pasar bebas yang liberal dan juga bukan paham ekonomi monetaris yang tidak menghendaki intervensi pemerintah dalam bentuk apapun.
Menurut Mubyarto (2000), ada 6 kriteria sistem ekonomi sosialisme demokrat atau sistem ekonomi pasar sosial yaitu:
1) Ada kebebasan individu dan sekaligus kebijaksanaaan perlindungan usaha.
2) Prinsip-prinsip kemerataan sosial menjadi tekad warga masyarakat.
3) Kebijaksanaan siklus bisnis dan kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi.
4) Kebijaksanaan pertumbuhan menciptakan kerangka hukum dan prasarana (sosial) yang terkait dengan pembangunan ekonomi.
5) Kebijaksanaan structural.
6) Konformitas pasar dan persaingan.
3. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran adalah sistem yang mengandung beberapa elemen dari sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis. Sekarang ini tidak ada satupun (terkecuali di Korea Utara) negara yang menerapkan sistem ekonomi sosialis atau kapitalis 100%. Jadi, sistem ini merupakan “campuran” antara kedua ekstrem sistem ekonomi tersebut diatas.
Sanusi (2000) menjelaskan system ekonomi campuran sebagai berikut : dalam system ekonomi campuran di mana kekuasaan serta kebebasan berjalan secara bersamaan walau dalam kadar yang berbeda-beda.
C.Sejarah Sistem Ekonomi Indonesia
Kehidupan perekonomian atau sistem ekonomi di Indonesia tidak terlepas dari prinsip-prinsip dasar dari pembentukan Republik Indonesia yang tercantum dalam Pancasila dan UUD 1945. Ada tiga asas penting yang mendasari Pancasila dan UUD 1945 (sebelum diamandemen pada tahun 2000) yang membentuk sistem ekonomi Indonesia, yakni kemanusiaan, persaudaraan, dan gotong royong.
Penekanan dari tiga asas tersebut adalah pada kehidupan individu dan masyarakat dalam keseimbangan dan keselarasan, yang diatur dalam TAP MPR No. II/MPR/1978. Ketentuan-ketentuan dasar konstitusional mengenai kehidupan ekonomi berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 (sebelum diamandemen) antara lain tercantum dalam pasal-pasal berikut: 27,33, dan 34 UUD 1945. Pasal 33 dianggap sebagai pasal terpenting yang mengatur langsung sistem ekonomi Indonesia, yakni prinsip demokrasi ekonomi. Pasal 33 menetapkan 3 hal yaitu:
1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara.
3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan
dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Sebagai kesimpulan, Perbedaan antara sistem ekonomi kapitalisme atau sistem ekonomi sosialisme dengan sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia adalah pada kedua makna yang terkandung dalam keadilan sosial yang merupakan sila ke lima Pancasila, yakni prinsip pembagian pendapatan yang adil dan prinsip demokrasi ekonomi. Kedua prinsip ini sebenarnya yang merupakan pencerminan sistem ekonomi Pancasila, yang jelas-jelas menentang sistem individualisme liberal atau free fight liberalism (sistem ekonomi kapitalisme ekstrem), dan sistem komando(sistem ekonomi sosialisme ekstrem).
1. Sistem Ekonomi pada Masa Penjajahan Belanda
Menurut sistem ekonomi yang pernah diterapkan selama penjajahan Belanda, sejarah ekonomi kolonial Hinida Belanda dapat dibagi dalam tiga episode: sistem merkantilisme ala VOC (Vereenigde Oost-Indische Companignie) sekitar tahun 1600-1800 yang penekanannya pada peningkatan ekspor dan pembatasan impor; sistem monopoli negara ala sistem tanam paksa sekitar tahun 1873-1870; dan sistem ekonomi kapitalis liberal sejak 1870 hingga 1945 (Mubyarto, 2000).
2. Sistem Ekonomi pada Masa Orde Lama
Soekarno sebagai Bapak Proklamator Kemerdekaan Indonesia sangat membenci dasar-dasar pemikiran Barat, termasuk sistem ekonomi liberal/kapitalismenya.Soekarno menganggap sistem kapitalisme-liberalisme selama penjajahan Belanda telah benar-benar menyengsarakan rakyat Indonesia sehingga aliran ini harus dibenci dan diusir dari Indonesia. Menurut Soekarno, untuk mengusir atau mengimbangi kekuatan ekonomi Barat, Indonesia harus menerapkan pemikiran dari Marhaenisme, yaitu Marxisme.
Selama periode orde lama (1945-1966), perekonomian Indonesia tidak berjalan mulus, bahkan sangat buruk yang juga disebabkan oleh ketidakstabilan politik dalam negeri yang dicerminkan antara lain oleh terjadinya beberapa pemberontakan di sejumlah daerah., termasuk di sumatera dan Sulawesi pada dekade 1950 an yang nyaris meruntuhkan sendi-sendi ekonomi nasional. Ketidakstabilan politik dalam negeri yang membuat hancurnya perekonomian Indonesia pada masa Soekarno juga diwarnai oleh perubahan kabinet selama 8 kali pada masa demokrasi parlementer pada periode 1959-1965, yang diawali oleh kabinet Hatta (Desember 1949-September 1950), Kabinet Natsir (September 1950-Maret 1951), Kabinet Sukirman (April 1951-Februari 1952), Kabinet Wilopo (April 1952-Juni 1953), Kabinet Ali I (Agustus 1953-Juli 1955), Kabinet Burhanuddin (Agustus -1955-Maret 1956), Kabinet Ali II (April 1956-Maret 1957), dan Kabinet Djuanda (Maret 1957-Agustus 1959) (Tambunan, 2006b).
Kebijakan Ekonomi paling penting yang dilakukan Kabinet Hatta adalah reformasi moneter melalui devaluasi mata uang nasional yang pada saat itu masih gulden dan pemotongan uang sebesar 50% atas semua uang kertas yang beredar pada masa Kabinet Natsir untuk pertama kalinya dirumuskan suatu perencanaan pembangunan ekonomi. Pada masa Kabinet Sukiman, kebijakan-kebijakan penting yang diambil dadalah antara lain nasionalisme De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia (BI) dan penghapusan sistem kurs berganda. Pada masa Kabinet Wilopo, untuk pertama kalinya memperkenalkan konsep anggaran berimbang dalam APBN. Pada masa Kabinet Ali I dua langkah yang dilakukan dalam bidang ekonomi, yakni pembatasan impor dan kebijakan uang ketat. Selama Kabinet Burhanuddin tindakan ekonomi yang dilakukan adalah liberalisasi impor dan kebijakan uang ketat laju yang beredar. Pada masa Kabinet Ali II dicanangkan sebuah rencana pembangunan baru dengan nama Rencana Lima Tahun 1956-1960. Pada masa Kabinet Djuanda dilakukan pengambilan (nasionalisasi) perusahaan-perusahaan Belanda (Tambunan, 2006b).
Pada tahun 1957, Soekarno mencanangkan “Ekonomi Terpimpin” yang lebih memperkuat lagi sistem ekonomi komando, dan selama tahun 1957-1958 terjadi nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda. Dengan pencanangan Ekonomi Terpimpin, sistem politik dan ekonomi Indonesia semakin dekat dengan pemikiran sosialis/komunis.
Pada tahun 1963, Soekarno menyampaikan konsep ekonomi yang dikenal dengan sebutan Deklarasi Ekonomi yang berisi semacam tekat untuk menggunakan sistem ekonomi pasar, sebagai “koreksi” terhadap praktik-praktik ekonomi komando.
3. Sistem Ekonomi pada Masa Orde Baru Hingga Sekarang
Pada masa orde baru yang lahir tahun 1966, sistem ekonomi berubah total. Berbeda dengan pemerintahan orde lama, dalam era Soeharto ini paradigma pembangunan ekonomi mengarah pada penerapan sistem ekonomi pasar bebas, dan politik ekonomi diarahkan pada upaya-upaya dan cara-cara menggerakkan kembali roda ekonomi.
Pemerintahan orde lama meninggalkan berbagai masalah serius bagi pemerintahan orde baru, termasuk, kelangkaan bahan pangan dan pasokan bahan baku yang nyaris terhenti, hiperinflasi, produksi dalam negeri yang nyaris terhenti, kerusakan infrastruktur yang parah, terkurasnya cadangan devisa, tingginya tunggakan utang luar negeri (ULN), defisit APBN yangsangat besar, dan krisis neraca pembayaran.
Pada awal Soeharto ini, pemerintah megambil beberapa langkah drastis yang bersifat srategis yang menandakan sedang berlangsungnya suatu perubahan yang cepat dalam sistem ekonomi Indonesia, diantaranya adalah dikeluarkan sejumlah paket kebijakan liberaisasi dalam perdagangan dan investasi.Paket-paket kebijakan jangka pendek tersebut adalah tindak lanjut dari diterbitkannya Tap MPRS No.XXIII Tahun 1966 tentang Pembaruan Landasan Kebijakan Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, yang bertujuan untuk menstimulasi swasta masuk ke sektor-sektor strategis.
Menjelang akhir dekade 1960-an, atas kerja sama dengan Bank Dunia, IMF, dan ADB (Bank Pembangunan Asia) dibentuk suatu kelompok konsorsium yang disebut Inter-Government Group on Indonesia (IGGI), yang terdiri atas sejumlah negara maju, termasuk Jepang dan Belanda, dengan tujuan membiayai pembangunan ekonomi di Indonesia.
Sejak dekade 80-an perekonomian Indonesia mengalami suatu pergeseran ke arah yang lebih liberal dan terdesentralisasi berbarengan dengan berubahnya peran pemerintah pusat dari yang sebelumnya sebagai agen pembangunan ekonomi di samping agen pembangunan sosial dan politik ke peran lebih sebagai fasilitator bagi pihak swasta, terutama dari segi administrasi dan regulator, sedangkan peran swasta meningkat pesat.
Hasil dari usaha-usaha pemerintah orde baru untuk menghidupkan kembali roda perekonomian nasional dengan sistetm ekonomi pasar dan didukung oleh kebijakan-kebijakan ekonomi di segala sektor dengan tujuan dan target yang telah ditetapkan di dalam Repelita cukup mengagumkan, terutama dilihat pada tingkat makro. Proses pembangunan berjalan sangat cepat dengan laju pertumbuhan rata-rata per tahun yang tinggi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini telah mampu meningkatkan posisi Indonesia dari salah satu negara termiskin di dunia menjadi negara berpendapatan menengah.
Sistem ekonomi Indonesia cenderung semakin kapitalis atau sistem ekonomi pasar semakin luas diterapkan sejak era reformasi pada tahun 1998 hingga sekarang pada masa pemerintahan SBY.Ada dua golongan utama yang membuat hal ini terjadi.pertama , karena ada desakan dari IMF sebagai konsekuensi dari bantuan keuangan dari lembaga moneter dunia tersebut yang di terima oleh pemerintah Indonesia untuk membiayai proses pemulihan akibat krisis ekonomi 1997/98
NAMA : SOPYAN HAKIM
KELAS : 1EB17
NPM : 26210660
REFERENSI:
Dr. Tulus T.H. Tambunan
A.Pengertan Sistem Ekonomi
Menurut Dumairy (1996), sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antarmanusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Sebuah sistem ekonomi terdiri atas unsur-unsur manusia sebagai subjek; barang-barang ekonomi sebagai objek; serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi.
Selanjutnya Dumairy menjelaskan bahwa suatu system ekonomi tidak lah berdiri sendiri.ia berkaitan dengan falsafah,pandangan dan pola hidup masyarakat tempat nya berpijak.sebuah system ekonomi sesungguh nya merupakan salah satu unsure saja dalam suatu suprasistem kehidupan masyarakat.
Oleh sebab itu Dumairy berpendapat bahwa sebagai bagian dari suprasistem kehidupan,system ekonomi di suatu Negara berkaitan dengan system-sistem social lain yang berlangsung di dalam masyarakat dan system serta ideology politik di Negara tersebut.
Sementara Sheridan (1998) berpendapat bahwa Economic system refers to the way people perform economic activities in their search for personal happiness. Dalam kata lain sistem ekonomi adalah cara menusia melakukan kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan kepuasan pribadinya.
Sanusi (2000) menguraikan pendapat-pendapat dari sejumlah orang di dalam maupun luar negeri yang dapat dirangkum sebagai berikut: Sistem Ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri atas sejumlah lembaga atau pranata (ekonomi, sosial-politik, ide-ide) yang saling memengaruhi satu dengan yang lainnya yang ditujukan ke arah pemecahan problem-problem produksi-distribusi konsumsi yang merupakan problem dasar setiap perekonomian.
Menurut Sanusi, setiap sistem ekonomi dipengaruhi oleh sejumlah kekuatan yaitu:
1. Sumber-sumber sejarah, kultur/tradisi, cita-cita, keinginan-keinginan dan sikap masyarakat
2. SDA, termasuk iklim
3. Filsafat yang dimiliki dan yang dibela oleh sebagian besar masyarakat
4. Teorisi yang dilakukan masyarakat pada masa lalu/sekarang mengenai bagaimana cara mencapai cita-cita/keinginan serta tujuan-tujuan/sasaran-sasaran yang dipilih
5. Trials dan errors/ uji coba yang dilakukan oleh masyarakat dalam mencari alat-alat ekonomi
Sedangkan, menurut Lemhannas (1989), ada 8 kekuatan yang memengaruhi sistem ekonomi yaitu:
1. Falsafah dan ideologinya
2. Akumulasi ilmu pengetahuan yang dimiliki masyarakatnya
3. Nilai-nilai moral dan adat kebiasaan masyarakatnya
4. Karakteristik demografinya
5. Nilai estetik, norma-norma, serta kebudayaan masyarakatnya
6. Sistem hukum nasionalnya
7. Sistem politiknya
8. Sub-sub sistem sosialnya, termasuk pengalaman sejarah pada masa lalu serta uji coba yang dilakukan masyarakatnya dalam mewujudkan tujuan ekonominya.
B.Sistem-Sistem Ekonomi
Menurut sanusi (2000), perbedaan antarsistem ekonomi satu negara dengan negara lainnya terlihat dari ciri-ciri sebagai berikut:
1. Kebebesan konsumen dalam memilih barang dan jasa yang dibutuhkan
2. Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja
3. Pengaturan pemilihan/pemakaian alat-alat produksi
4. Pemilihan usaha yang dimanifestasikan dalam tanggung jawab manajer
5. Pengaturan atas keuntungan usaha barang yang diperoleh
6. Pengaturan motivasi usaha
7. Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi
8. Penentuan pertumbuhan ekonomi
9. Penentuan stabilitas ekonomi
10. Pengambilan keputusan
11. Pelaksanaan pemerataan kesejahteraan
Secara umum ada macam sistem ekonomi yang dikenal di dunia yaitu:
1. Sistem Ekonomi Kapitalis
Dalam Sanusi system ekonomi kapitalis adalah suatu system ekonomi dimana kekayaan yang produktif terutama dimiliki secara pribadi dan produksi terutama dilakukan untuk dijual.
Ada 6 asas yang dapat dilihat sebagai ciri dari sistem ekonomi kapitalis, yakni
1) Hak milik pribadi.
2) Kebebasan berusaha dan kebebesan memilih.
3) Motif kepentingan diri sendiri.
4) Persaingan.
5) Harga ditentukan oleh mekanisme pasar.
6) Peranan terbatas pemerintah.
2. Sistem Ekonomi Sosialis
Seperti yang di jelaskan di Dumairy (1996), system ekonomi sosialis adalah kebalikan dari system ekonomi kapitalis.Sistem ekonomi sosialis dapat di bagi dalam dua sub system, yakni system ekonomi sosialis dari marxis ,dan system ekonomi sosialisme democrat .
Dalam sistem ekonomi sosialisme demokrat, seperti yang dianut oleh banyak negara di Eropa Barat (terutama Jerman), dapat dikatakan bahwa kekuasaan otoritas tertinggi jauh berkurang.
Landasan ilmiah dari sistem ini adalah kombinasi antara prinsip-prinsip kebebasan individu dengan kemerataan sosial, jadi bukan pasar bebas yang liberal dan juga bukan paham ekonomi monetaris yang tidak menghendaki intervensi pemerintah dalam bentuk apapun.
Menurut Mubyarto (2000), ada 6 kriteria sistem ekonomi sosialisme demokrat atau sistem ekonomi pasar sosial yaitu:
1) Ada kebebasan individu dan sekaligus kebijaksanaaan perlindungan usaha.
2) Prinsip-prinsip kemerataan sosial menjadi tekad warga masyarakat.
3) Kebijaksanaan siklus bisnis dan kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi.
4) Kebijaksanaan pertumbuhan menciptakan kerangka hukum dan prasarana (sosial) yang terkait dengan pembangunan ekonomi.
5) Kebijaksanaan structural.
6) Konformitas pasar dan persaingan.
3. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran adalah sistem yang mengandung beberapa elemen dari sistem ekonomi kapitalis dan sistem ekonomi sosialis. Sekarang ini tidak ada satupun (terkecuali di Korea Utara) negara yang menerapkan sistem ekonomi sosialis atau kapitalis 100%. Jadi, sistem ini merupakan “campuran” antara kedua ekstrem sistem ekonomi tersebut diatas.
Sanusi (2000) menjelaskan system ekonomi campuran sebagai berikut : dalam system ekonomi campuran di mana kekuasaan serta kebebasan berjalan secara bersamaan walau dalam kadar yang berbeda-beda.
C.Sejarah Sistem Ekonomi Indonesia
Kehidupan perekonomian atau sistem ekonomi di Indonesia tidak terlepas dari prinsip-prinsip dasar dari pembentukan Republik Indonesia yang tercantum dalam Pancasila dan UUD 1945. Ada tiga asas penting yang mendasari Pancasila dan UUD 1945 (sebelum diamandemen pada tahun 2000) yang membentuk sistem ekonomi Indonesia, yakni kemanusiaan, persaudaraan, dan gotong royong.
Penekanan dari tiga asas tersebut adalah pada kehidupan individu dan masyarakat dalam keseimbangan dan keselarasan, yang diatur dalam TAP MPR No. II/MPR/1978. Ketentuan-ketentuan dasar konstitusional mengenai kehidupan ekonomi berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 (sebelum diamandemen) antara lain tercantum dalam pasal-pasal berikut: 27,33, dan 34 UUD 1945. Pasal 33 dianggap sebagai pasal terpenting yang mengatur langsung sistem ekonomi Indonesia, yakni prinsip demokrasi ekonomi. Pasal 33 menetapkan 3 hal yaitu:
1) Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.
2) Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara.
3) Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan
dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Sebagai kesimpulan, Perbedaan antara sistem ekonomi kapitalisme atau sistem ekonomi sosialisme dengan sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia adalah pada kedua makna yang terkandung dalam keadilan sosial yang merupakan sila ke lima Pancasila, yakni prinsip pembagian pendapatan yang adil dan prinsip demokrasi ekonomi. Kedua prinsip ini sebenarnya yang merupakan pencerminan sistem ekonomi Pancasila, yang jelas-jelas menentang sistem individualisme liberal atau free fight liberalism (sistem ekonomi kapitalisme ekstrem), dan sistem komando(sistem ekonomi sosialisme ekstrem).
1. Sistem Ekonomi pada Masa Penjajahan Belanda
Menurut sistem ekonomi yang pernah diterapkan selama penjajahan Belanda, sejarah ekonomi kolonial Hinida Belanda dapat dibagi dalam tiga episode: sistem merkantilisme ala VOC (Vereenigde Oost-Indische Companignie) sekitar tahun 1600-1800 yang penekanannya pada peningkatan ekspor dan pembatasan impor; sistem monopoli negara ala sistem tanam paksa sekitar tahun 1873-1870; dan sistem ekonomi kapitalis liberal sejak 1870 hingga 1945 (Mubyarto, 2000).
2. Sistem Ekonomi pada Masa Orde Lama
Soekarno sebagai Bapak Proklamator Kemerdekaan Indonesia sangat membenci dasar-dasar pemikiran Barat, termasuk sistem ekonomi liberal/kapitalismenya.Soekarno menganggap sistem kapitalisme-liberalisme selama penjajahan Belanda telah benar-benar menyengsarakan rakyat Indonesia sehingga aliran ini harus dibenci dan diusir dari Indonesia. Menurut Soekarno, untuk mengusir atau mengimbangi kekuatan ekonomi Barat, Indonesia harus menerapkan pemikiran dari Marhaenisme, yaitu Marxisme.
Selama periode orde lama (1945-1966), perekonomian Indonesia tidak berjalan mulus, bahkan sangat buruk yang juga disebabkan oleh ketidakstabilan politik dalam negeri yang dicerminkan antara lain oleh terjadinya beberapa pemberontakan di sejumlah daerah., termasuk di sumatera dan Sulawesi pada dekade 1950 an yang nyaris meruntuhkan sendi-sendi ekonomi nasional. Ketidakstabilan politik dalam negeri yang membuat hancurnya perekonomian Indonesia pada masa Soekarno juga diwarnai oleh perubahan kabinet selama 8 kali pada masa demokrasi parlementer pada periode 1959-1965, yang diawali oleh kabinet Hatta (Desember 1949-September 1950), Kabinet Natsir (September 1950-Maret 1951), Kabinet Sukirman (April 1951-Februari 1952), Kabinet Wilopo (April 1952-Juni 1953), Kabinet Ali I (Agustus 1953-Juli 1955), Kabinet Burhanuddin (Agustus -1955-Maret 1956), Kabinet Ali II (April 1956-Maret 1957), dan Kabinet Djuanda (Maret 1957-Agustus 1959) (Tambunan, 2006b).
Kebijakan Ekonomi paling penting yang dilakukan Kabinet Hatta adalah reformasi moneter melalui devaluasi mata uang nasional yang pada saat itu masih gulden dan pemotongan uang sebesar 50% atas semua uang kertas yang beredar pada masa Kabinet Natsir untuk pertama kalinya dirumuskan suatu perencanaan pembangunan ekonomi. Pada masa Kabinet Sukiman, kebijakan-kebijakan penting yang diambil dadalah antara lain nasionalisme De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia (BI) dan penghapusan sistem kurs berganda. Pada masa Kabinet Wilopo, untuk pertama kalinya memperkenalkan konsep anggaran berimbang dalam APBN. Pada masa Kabinet Ali I dua langkah yang dilakukan dalam bidang ekonomi, yakni pembatasan impor dan kebijakan uang ketat. Selama Kabinet Burhanuddin tindakan ekonomi yang dilakukan adalah liberalisasi impor dan kebijakan uang ketat laju yang beredar. Pada masa Kabinet Ali II dicanangkan sebuah rencana pembangunan baru dengan nama Rencana Lima Tahun 1956-1960. Pada masa Kabinet Djuanda dilakukan pengambilan (nasionalisasi) perusahaan-perusahaan Belanda (Tambunan, 2006b).
Pada tahun 1957, Soekarno mencanangkan “Ekonomi Terpimpin” yang lebih memperkuat lagi sistem ekonomi komando, dan selama tahun 1957-1958 terjadi nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda. Dengan pencanangan Ekonomi Terpimpin, sistem politik dan ekonomi Indonesia semakin dekat dengan pemikiran sosialis/komunis.
Pada tahun 1963, Soekarno menyampaikan konsep ekonomi yang dikenal dengan sebutan Deklarasi Ekonomi yang berisi semacam tekat untuk menggunakan sistem ekonomi pasar, sebagai “koreksi” terhadap praktik-praktik ekonomi komando.
3. Sistem Ekonomi pada Masa Orde Baru Hingga Sekarang
Pada masa orde baru yang lahir tahun 1966, sistem ekonomi berubah total. Berbeda dengan pemerintahan orde lama, dalam era Soeharto ini paradigma pembangunan ekonomi mengarah pada penerapan sistem ekonomi pasar bebas, dan politik ekonomi diarahkan pada upaya-upaya dan cara-cara menggerakkan kembali roda ekonomi.
Pemerintahan orde lama meninggalkan berbagai masalah serius bagi pemerintahan orde baru, termasuk, kelangkaan bahan pangan dan pasokan bahan baku yang nyaris terhenti, hiperinflasi, produksi dalam negeri yang nyaris terhenti, kerusakan infrastruktur yang parah, terkurasnya cadangan devisa, tingginya tunggakan utang luar negeri (ULN), defisit APBN yangsangat besar, dan krisis neraca pembayaran.
Pada awal Soeharto ini, pemerintah megambil beberapa langkah drastis yang bersifat srategis yang menandakan sedang berlangsungnya suatu perubahan yang cepat dalam sistem ekonomi Indonesia, diantaranya adalah dikeluarkan sejumlah paket kebijakan liberaisasi dalam perdagangan dan investasi.Paket-paket kebijakan jangka pendek tersebut adalah tindak lanjut dari diterbitkannya Tap MPRS No.XXIII Tahun 1966 tentang Pembaruan Landasan Kebijakan Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, yang bertujuan untuk menstimulasi swasta masuk ke sektor-sektor strategis.
Menjelang akhir dekade 1960-an, atas kerja sama dengan Bank Dunia, IMF, dan ADB (Bank Pembangunan Asia) dibentuk suatu kelompok konsorsium yang disebut Inter-Government Group on Indonesia (IGGI), yang terdiri atas sejumlah negara maju, termasuk Jepang dan Belanda, dengan tujuan membiayai pembangunan ekonomi di Indonesia.
Sejak dekade 80-an perekonomian Indonesia mengalami suatu pergeseran ke arah yang lebih liberal dan terdesentralisasi berbarengan dengan berubahnya peran pemerintah pusat dari yang sebelumnya sebagai agen pembangunan ekonomi di samping agen pembangunan sosial dan politik ke peran lebih sebagai fasilitator bagi pihak swasta, terutama dari segi administrasi dan regulator, sedangkan peran swasta meningkat pesat.
Hasil dari usaha-usaha pemerintah orde baru untuk menghidupkan kembali roda perekonomian nasional dengan sistetm ekonomi pasar dan didukung oleh kebijakan-kebijakan ekonomi di segala sektor dengan tujuan dan target yang telah ditetapkan di dalam Repelita cukup mengagumkan, terutama dilihat pada tingkat makro. Proses pembangunan berjalan sangat cepat dengan laju pertumbuhan rata-rata per tahun yang tinggi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini telah mampu meningkatkan posisi Indonesia dari salah satu negara termiskin di dunia menjadi negara berpendapatan menengah.
Sistem ekonomi Indonesia cenderung semakin kapitalis atau sistem ekonomi pasar semakin luas diterapkan sejak era reformasi pada tahun 1998 hingga sekarang pada masa pemerintahan SBY.Ada dua golongan utama yang membuat hal ini terjadi.pertama , karena ada desakan dari IMF sebagai konsekuensi dari bantuan keuangan dari lembaga moneter dunia tersebut yang di terima oleh pemerintah Indonesia untuk membiayai proses pemulihan akibat krisis ekonomi 1997/98
NAMA : SOPYAN HAKIM
KELAS : 1EB17
NPM : 26210660
REFERENSI:
Dr. Tulus T.H. Tambunan
Senin, 22 November 2010
Tugas kelompok Pengantar Bisnis Modern pemasaran
TUGAS PENGANTAR BISNIS
BUDIDAYA JANGKRIK
Anggota Kelompok :
1. Derry Raspati
2. Hanggar Hardiyudha
3. Michael Kristian
4. Rendra Dwi Permana
5. Sopyan Hakim
Kelas : 1EB17
1. PENDAHULUAN
Perkembangan budidaya jangkrik di berbagai wilayah di Indonesia dewasa ini skalanya cukup besar. Budidaya jangkrik banyak dilakukan mengingat waktu yang dibutuhkan untuk produksi telur yang akan diperdagangkan hanya memerlukan waktu ± 2-4 minggu. Sedangkan untuk produksi jangkrik untuk pakan ikan dan burung maupun untuk diambil tepungnya, hanya memerlukan 2- 3 bulan. Jangkrik betina mempunyai siklus hidup ± 3 bulan, sedangkan jantan kurang dari 3 bulan. Dalam siklus hidupnya jangkrik betina mampu memproduksi lebih dari 500 butir telur.
Usaha budidaya jangkrik memang bisa menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan, baik sebagai usaha sampingan maupun usaha berskala besar. Tidak hanya sebagai pakan burung kicauan dan ikan, tetapi juga sebagai bahan baku industri tepung. Di samping itu, beternak jangkrik bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan. Semua orang bisa dengan mudah belajar beternak jangkrik.
Penyebaran jangkrik sendiri di berbagai wilayah Indonesia cukup merata, namun untuk kota-kota besar yang konsumennya para penggemar burung dan ikan, pada awalnya sangat tergantung pada jangkrik yang berasal dari alam, namun lama kelamaan jangkrik yang ada di alam pun saat ini semakin berkurang. Sehingga budidaya jangkrik bisa dikembangkan sebagai peluang usaha yang cukup bagus.
2. PROSES PRODUKSI
Beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam pemilihan lokasi pembudidayaan, antara lain:
1. Lokasi yang digunakan sebagai tempat budidaya jangkrik harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.
2. Lokasi tersebut juga jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.
3. Tidak mendapat sinar matahari secara langsung atau berlebihan.
Langkah-langkah yang dilaksanakan, berupa:
1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
Dalam hal ini pembuatan sarana berupa kandang harus dilakukan pertama kali. Kandang untuk jangkrik menurut hasil pemantauan dilapangan dan pengalaman peternak biasanya berbentuk persegi panjang dengan ketinggian 30-50 cm, lebar 60-100 cm sedangkan panjangnya 120-200 cm.
Kandang dapat dibuat dari kayu dengan rangka kaso, namun untuk mengirit biaya, maka dinding kandang dapat dibuat dari triplek. Kandang biasanya dibuat bersusun, dan kandang paling bawah mempunyai minimal empat kaki penyangga. Untuk menghindari gangguan binatang seperti semut, tikus, cecak dan serangga lainnya, maka keempat kaki kandang dialasi mangkuk yang berisi air atau minyak tanah yang dilumurkan ditiap kaki penyangga.
2. Peyiapan Bibit Indukan
Bibit yang diperlukan untuk dibesarkan haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat (sungut atau kaki patah) dan umurnya sekitar 10-20 hari. Calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Kalaupun induk betina tidak dapat dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk dapat dibeli dari peternakan. Sedangkan induk jantan diusahakan dari alam bebas, karena lebih agresif.
Adapun ciri-ciri indukan, induk betina, dan induk jantan yang adalah sebagai berikut:
a. Indukan:
1.
o sungutnya (antena) masih panjang dan lengkap.
o kedua kaki belakangnya masih lengkap.
o bisa melompat dengan tangkas, gesit dan kelihatan sehat.
o badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap.
o pilihlah induk yang besar.
o jangan memilih jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya apabila dipegang.
b. Induk jantan:
1.
o selalu mengeluarkan suara mengerik.
o permukaan sayap atau punggung kasar dan bergelombang.
o tidak mempunyai ovipositor di ekor.
c. Induk betina:
1.
o tidak mengerik.
o permukaan punggung atau sayap halus.
o ada ovipositor dibawah ekor untuk mengeluarkan telur.
3. Pembiakan
Induk dapat memproduksi telur yang daya tetasnya tinggi ± 80-90 % apabila diberikan makanan yang bergizi tinggi. Peternak mempunyai ramuan-ramuan yang diberikan pada induk jangkrik antara lain ketan item, tepung ikan, dan kuning telur bebek.
Disamping itu suasana kandang harus mirip dengan habitat alam bebas, kandang diisi daun-daunan kering seperti daun pisang.
Jangkrik biasanya meletakkan telurnya dipasir atau tanah. Jadi didalam kandang khusus peneluran disiapkan media pasir yang dimasukkan dipiring kecil. Perbandingan antara betina dan jantan 10 : 2. Apabila jangkrik sudah selesai bertelur, kurang lebih sekitar 5 hari, maka telur dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan induknya kemudian kandang bagian dalam disemprot dengan semacam larutan antibiotik.
4. Penetasan
Sebelum penetasan telur, siapkan kandang yang permukaan dalam kandang dilapisi dengan pasir, sekam atau handuk yang lembut. Dalam satu kandang cukup dimasukkan 1-2 sendok teh telur dimana satu sendok teh telur diperkirakan berkisar antara 1.500-2.000 butir telur. Selama proses ini berlangsung warna telur akan berubah warna dari bening sampai kelihatan keruh. Kelembaban telur harus dijaga dengan menyemprot telur setiap hari dan telur harus dibolak-balik agar tidak berjamur. Telur akan menetas merata sekitar 4-6 hari.
5. Pemeliharaan
• Pencegahan Penyakit
Untuk pembesaran jangkrik dipilih jangkrik yang sehat dan dipisahkan dari yang sakit. Pakan ternak harus dijaga agar jangan sampai ada yang berjamur karena dapat menjadi sarang penyakit. Kandang dijaga agar tetap lembab tetapi jangan sampai basah, karena kandang yang basah juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit.
• Perawatan Ternak
Perawatan jangkrik disamping kondisi kandang yang harus diusahakan sama dengan habitat aslinya, juga harus tersedianya makanan dan gizi yang cukup agar jangkrik tidak menjadi kanibal.
• Pemberian Pakan
Anakan umur 1-10 hari diberikan pur (makanan ayam) yang dibuat dari kacang kedelai, beras merah dan jagung kering yang dihaluskan. Setelah vase ini, anakan dapat mulai diberi pakan sayur-sayuran disamping jagung muda. Sedangkan untuk jangkrik yang sedang dijodohkan, diberi pakan antara lain : sawi, wortel, jagung muda, daun singkong serta ketimun karena kandungan airnya tinggi.
6. Panen
Peternak jangkrik dapat memperoleh 2 (dua) hasil utama, yaitu telur yang dapat dijual untuk peternak lainnya dan jangkrik dewasa untuk pakan burung dan ikan serta untuk tepung jangkrik.
Telur yang sudah diletakkan oleh induknya pada media pasir atau tanah, disaring dan ditempatkan pada media kain yang basah. Untuk setiap lipatan kain basah dapat ditempatkan 1 sendok teh telur yang kemudian untuk diperjual belikan. Sedangkan untuk jangkrik dewasa umur 40-55 hari atau 55-70 hari dimana tubuhnya baru mulai tumbuh sayap, ditangkap dengan menggunakan tangan dan dimasukkan ketempat penampungan untuk dijual.
7. Analisis Penjualan/keuntungan
Biaya Pakan per bulan : Rp. 300.000
Penghasilan:
• 1 kotak menghasilkan ± 12 Kg
• 1 kg = Rp. 30.000
• Tersedia 10 kotak
• Total penghasilan 10 x 12 x 30.000 = Rp. 3.600.000
• Laba Rp. 3.300.000
3. PENUTUP
1. Kesimpulan
Budidaya jangkrik merupakan alternatif usaha yang cukup mudah dan menguntungkan jika dikerjakan dengan serius. Selain ramah lingkungan, dari segi permodalan juga relatif terjangkau. Selain itu, masa pemeliharaannya juga relatif singkat. Jangkrik umur 35 hari sudah bisa dipanen, sehingga budidaya jangkrik bisa dikatakan sebagai peluang usaha yang cukup bagus.
2. Saran
• Apabila ditambah faktor produksi bisa menmbah laba yang diterima.
• Internet bisa dimanfaatkan untuk media periklanan.
4. REFERENSI
http://sutanmuda.wordpress.com/2008/07/10/langkah-%E2%80%93-langkah-budi-daya-jangkrik-2/
http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&ttg=4&doc=4a9
http://bisnisukm.com/usaha-meraup-rupiah-dengan-budidaya-jangkrik.html
Peternak jangkrik :
Bpk. Warno, Alamat : Kp. Rawa Bacang, Pondok Gede, Jawa Barat
Nama : Sopyan.hakim
kelas: 1EB17
Npm : 26210660
BUDIDAYA JANGKRIK
Anggota Kelompok :
1. Derry Raspati
2. Hanggar Hardiyudha
3. Michael Kristian
4. Rendra Dwi Permana
5. Sopyan Hakim
Kelas : 1EB17
1. PENDAHULUAN
Perkembangan budidaya jangkrik di berbagai wilayah di Indonesia dewasa ini skalanya cukup besar. Budidaya jangkrik banyak dilakukan mengingat waktu yang dibutuhkan untuk produksi telur yang akan diperdagangkan hanya memerlukan waktu ± 2-4 minggu. Sedangkan untuk produksi jangkrik untuk pakan ikan dan burung maupun untuk diambil tepungnya, hanya memerlukan 2- 3 bulan. Jangkrik betina mempunyai siklus hidup ± 3 bulan, sedangkan jantan kurang dari 3 bulan. Dalam siklus hidupnya jangkrik betina mampu memproduksi lebih dari 500 butir telur.
Usaha budidaya jangkrik memang bisa menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan, baik sebagai usaha sampingan maupun usaha berskala besar. Tidak hanya sebagai pakan burung kicauan dan ikan, tetapi juga sebagai bahan baku industri tepung. Di samping itu, beternak jangkrik bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan. Semua orang bisa dengan mudah belajar beternak jangkrik.
Penyebaran jangkrik sendiri di berbagai wilayah Indonesia cukup merata, namun untuk kota-kota besar yang konsumennya para penggemar burung dan ikan, pada awalnya sangat tergantung pada jangkrik yang berasal dari alam, namun lama kelamaan jangkrik yang ada di alam pun saat ini semakin berkurang. Sehingga budidaya jangkrik bisa dikembangkan sebagai peluang usaha yang cukup bagus.
2. PROSES PRODUKSI
Beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan dalam pemilihan lokasi pembudidayaan, antara lain:
1. Lokasi yang digunakan sebagai tempat budidaya jangkrik harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.
2. Lokasi tersebut juga jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.
3. Tidak mendapat sinar matahari secara langsung atau berlebihan.
Langkah-langkah yang dilaksanakan, berupa:
1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
Dalam hal ini pembuatan sarana berupa kandang harus dilakukan pertama kali. Kandang untuk jangkrik menurut hasil pemantauan dilapangan dan pengalaman peternak biasanya berbentuk persegi panjang dengan ketinggian 30-50 cm, lebar 60-100 cm sedangkan panjangnya 120-200 cm.
Kandang dapat dibuat dari kayu dengan rangka kaso, namun untuk mengirit biaya, maka dinding kandang dapat dibuat dari triplek. Kandang biasanya dibuat bersusun, dan kandang paling bawah mempunyai minimal empat kaki penyangga. Untuk menghindari gangguan binatang seperti semut, tikus, cecak dan serangga lainnya, maka keempat kaki kandang dialasi mangkuk yang berisi air atau minyak tanah yang dilumurkan ditiap kaki penyangga.
2. Peyiapan Bibit Indukan
Bibit yang diperlukan untuk dibesarkan haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat (sungut atau kaki patah) dan umurnya sekitar 10-20 hari. Calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Kalaupun induk betina tidak dapat dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk dapat dibeli dari peternakan. Sedangkan induk jantan diusahakan dari alam bebas, karena lebih agresif.
Adapun ciri-ciri indukan, induk betina, dan induk jantan yang adalah sebagai berikut:
a. Indukan:
1.
o sungutnya (antena) masih panjang dan lengkap.
o kedua kaki belakangnya masih lengkap.
o bisa melompat dengan tangkas, gesit dan kelihatan sehat.
o badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap.
o pilihlah induk yang besar.
o jangan memilih jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya apabila dipegang.
b. Induk jantan:
1.
o selalu mengeluarkan suara mengerik.
o permukaan sayap atau punggung kasar dan bergelombang.
o tidak mempunyai ovipositor di ekor.
c. Induk betina:
1.
o tidak mengerik.
o permukaan punggung atau sayap halus.
o ada ovipositor dibawah ekor untuk mengeluarkan telur.
3. Pembiakan
Induk dapat memproduksi telur yang daya tetasnya tinggi ± 80-90 % apabila diberikan makanan yang bergizi tinggi. Peternak mempunyai ramuan-ramuan yang diberikan pada induk jangkrik antara lain ketan item, tepung ikan, dan kuning telur bebek.
Disamping itu suasana kandang harus mirip dengan habitat alam bebas, kandang diisi daun-daunan kering seperti daun pisang.
Jangkrik biasanya meletakkan telurnya dipasir atau tanah. Jadi didalam kandang khusus peneluran disiapkan media pasir yang dimasukkan dipiring kecil. Perbandingan antara betina dan jantan 10 : 2. Apabila jangkrik sudah selesai bertelur, kurang lebih sekitar 5 hari, maka telur dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan induknya kemudian kandang bagian dalam disemprot dengan semacam larutan antibiotik.
4. Penetasan
Sebelum penetasan telur, siapkan kandang yang permukaan dalam kandang dilapisi dengan pasir, sekam atau handuk yang lembut. Dalam satu kandang cukup dimasukkan 1-2 sendok teh telur dimana satu sendok teh telur diperkirakan berkisar antara 1.500-2.000 butir telur. Selama proses ini berlangsung warna telur akan berubah warna dari bening sampai kelihatan keruh. Kelembaban telur harus dijaga dengan menyemprot telur setiap hari dan telur harus dibolak-balik agar tidak berjamur. Telur akan menetas merata sekitar 4-6 hari.
5. Pemeliharaan
• Pencegahan Penyakit
Untuk pembesaran jangkrik dipilih jangkrik yang sehat dan dipisahkan dari yang sakit. Pakan ternak harus dijaga agar jangan sampai ada yang berjamur karena dapat menjadi sarang penyakit. Kandang dijaga agar tetap lembab tetapi jangan sampai basah, karena kandang yang basah juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit.
• Perawatan Ternak
Perawatan jangkrik disamping kondisi kandang yang harus diusahakan sama dengan habitat aslinya, juga harus tersedianya makanan dan gizi yang cukup agar jangkrik tidak menjadi kanibal.
• Pemberian Pakan
Anakan umur 1-10 hari diberikan pur (makanan ayam) yang dibuat dari kacang kedelai, beras merah dan jagung kering yang dihaluskan. Setelah vase ini, anakan dapat mulai diberi pakan sayur-sayuran disamping jagung muda. Sedangkan untuk jangkrik yang sedang dijodohkan, diberi pakan antara lain : sawi, wortel, jagung muda, daun singkong serta ketimun karena kandungan airnya tinggi.
6. Panen
Peternak jangkrik dapat memperoleh 2 (dua) hasil utama, yaitu telur yang dapat dijual untuk peternak lainnya dan jangkrik dewasa untuk pakan burung dan ikan serta untuk tepung jangkrik.
Telur yang sudah diletakkan oleh induknya pada media pasir atau tanah, disaring dan ditempatkan pada media kain yang basah. Untuk setiap lipatan kain basah dapat ditempatkan 1 sendok teh telur yang kemudian untuk diperjual belikan. Sedangkan untuk jangkrik dewasa umur 40-55 hari atau 55-70 hari dimana tubuhnya baru mulai tumbuh sayap, ditangkap dengan menggunakan tangan dan dimasukkan ketempat penampungan untuk dijual.
7. Analisis Penjualan/keuntungan
Biaya Pakan per bulan : Rp. 300.000
Penghasilan:
• 1 kotak menghasilkan ± 12 Kg
• 1 kg = Rp. 30.000
• Tersedia 10 kotak
• Total penghasilan 10 x 12 x 30.000 = Rp. 3.600.000
• Laba Rp. 3.300.000
3. PENUTUP
1. Kesimpulan
Budidaya jangkrik merupakan alternatif usaha yang cukup mudah dan menguntungkan jika dikerjakan dengan serius. Selain ramah lingkungan, dari segi permodalan juga relatif terjangkau. Selain itu, masa pemeliharaannya juga relatif singkat. Jangkrik umur 35 hari sudah bisa dipanen, sehingga budidaya jangkrik bisa dikatakan sebagai peluang usaha yang cukup bagus.
2. Saran
• Apabila ditambah faktor produksi bisa menmbah laba yang diterima.
• Internet bisa dimanfaatkan untuk media periklanan.
4. REFERENSI
http://sutanmuda.wordpress.com/2008/07/10/langkah-%E2%80%93-langkah-budi-daya-jangkrik-2/
http://www.iptek.net.id/ind/warintek/?mnu=6&ttg=4&doc=4a9
http://bisnisukm.com/usaha-meraup-rupiah-dengan-budidaya-jangkrik.html
Peternak jangkrik :
Bpk. Warno, Alamat : Kp. Rawa Bacang, Pondok Gede, Jawa Barat
Nama : Sopyan.hakim
kelas: 1EB17
Npm : 26210660
Minggu, 31 Oktober 2010
Tugas STUDENTSITE
STUDENTSITE
Studentsute adalah sebuah aplikasi yang ada di Universitas Gunadarma. Universitas . Di Universitas Gunadarma mahasiswa wajib mengaktifkan STUDENTSITE.karena STUDENSITE sebuah aplikasi yang wajib di gunakan mahasiswa Universitas Gundarma untuk mengetahui tentang semua informasi Universutas Gunadarma.
Mahasiswa
• Harus username
• Password untuk Log In ke STUDENTSITE
• Memerlukan yang namanya AKTIVASI.
Setelah AKTIVASI, kita akan bisa menggunakan STUDENTSITE
Layanan aplikasi STUDENTSITE terdapat Fitur-fitur ,yaitu:
• Home
• Kontak
• help
• Faq
Fitur-fitur Locker :
general menu, Jadwal Ujian,Rangkuman Nilai, Jadwal Kuliah, BAAK News ,Absens,iPendaftaran Lomba,Info tentang Seminar ,Tugas, Deposit Library,Warta Warga, Blog komunitas perbankan, Blog komunitas linux, Blog komunitas fotografi, Blog komunitas robotika,Blog komunitas arsitektur,Blog komunitas ekonomi syariah,danBlog komunitas pasar modal. Dan lain-lain
Selain itu ada pula menu-menu lain yang terdapat pada STUDENTSITE, antara lain :
• Email, Calendar, Addressbook, InfoLog, Filemanajer, Forum, Bookmarks, Polls, dan logout.
Sementara itu Kelebihan dari Aplikasi Studentsite :
• Dapat diakses dimana saja
• Dapat mengetahui tentang informasi Universitas Gunadarma.
• Mempermudah kita untuk mengumpulkan tugas
Dan Kekurangan dari Aplikasi Studentsite :
• Sering Eror untuk melakukan aktifasi dan log in.
Demikianlah tulisan ini saya buat, semoga bermanfaat bagi kita semua. Maaf bila ada salah-salah kata dalam penulisan ini .
Terima kasih
Nama : Sopyan Hakim
Kelas : 1EB17
Npm : 26210660
Studentsute adalah sebuah aplikasi yang ada di Universitas Gunadarma. Universitas . Di Universitas Gunadarma mahasiswa wajib mengaktifkan STUDENTSITE.karena STUDENSITE sebuah aplikasi yang wajib di gunakan mahasiswa Universitas Gundarma untuk mengetahui tentang semua informasi Universutas Gunadarma.
Mahasiswa
• Harus username
• Password untuk Log In ke STUDENTSITE
• Memerlukan yang namanya AKTIVASI.
Setelah AKTIVASI, kita akan bisa menggunakan STUDENTSITE
Layanan aplikasi STUDENTSITE terdapat Fitur-fitur ,yaitu:
• Home
• Kontak
• help
• Faq
Fitur-fitur Locker :
general menu, Jadwal Ujian,Rangkuman Nilai, Jadwal Kuliah, BAAK News ,Absens,iPendaftaran Lomba,Info tentang Seminar ,Tugas, Deposit Library,Warta Warga, Blog komunitas perbankan, Blog komunitas linux, Blog komunitas fotografi, Blog komunitas robotika,Blog komunitas arsitektur,Blog komunitas ekonomi syariah,danBlog komunitas pasar modal. Dan lain-lain
Selain itu ada pula menu-menu lain yang terdapat pada STUDENTSITE, antara lain :
• Email, Calendar, Addressbook, InfoLog, Filemanajer, Forum, Bookmarks, Polls, dan logout.
Sementara itu Kelebihan dari Aplikasi Studentsite :
• Dapat diakses dimana saja
• Dapat mengetahui tentang informasi Universitas Gunadarma.
• Mempermudah kita untuk mengumpulkan tugas
Dan Kekurangan dari Aplikasi Studentsite :
• Sering Eror untuk melakukan aktifasi dan log in.
Demikianlah tulisan ini saya buat, semoga bermanfaat bagi kita semua. Maaf bila ada salah-salah kata dalam penulisan ini .
Terima kasih
Nama : Sopyan Hakim
Kelas : 1EB17
Npm : 26210660
Tugass STUDENTSITE
STUDENTSITE
Studentsute adalah sebuah aplikasi yang ada di Universitas Gunadarma. Universitas . Di Universitas Gunadarma mahasiswa wajib mengaktifkan STUDENTSITE.karena STUDENSITE sebuah aplikasi yang wajib di gunakan mahasiswa Universitas Gundarma untuk mengetahui tentang semua informasi Universutas Gunadarma.
Mahasiswa
• Harus username
• Password untuk Log In ke STUDENTSITE
• Memerlukan yang namanya AKTIVASI.
Setelah AKTIVASI, kita akan bisa menggunakan STUDENTSITE
Layanan aplikasi STUDENTSITE terdapat Fitur-fitur ,yaitu:
• Home
• Kontak
• help
• Faq
Fitur-fitur Locker :
general menu, Jadwal Ujian,Rangkuman Nilai, Jadwal Kuliah, BAAK News ,Absens,iPendaftaran Lomba,Info tentang Seminar ,Tugas, Deposit Library,Warta Warga, Blog komunitas perbankan, Blog komunitas linux, Blog komunitas fotografi, Blog komunitas robotika,Blog komunitas arsitektur,Blog komunitas ekonomi syariah,danBlog komunitas pasar modal. Dan lain-lain
Selain itu ada pula menu-menu lain yang terdapat pada STUDENTSITE, antara lain :
• Email, Calendar, Addressbook, InfoLog, Filemanajer, Forum, Bookmarks, Polls, dan logout.
Sementara itu Kelebihan dari Aplikasi Studentsite :
• Dapat diakses dimana saja
• Dapat mengetahui tentang informasi Universitas Gunadarma.
• Mempermudah kita untuk mengumpulkan tugas
Dan Kekurangan dari Aplikasi Studentsite :
• Sering Eror untuk melakukan aktifasi dan log in.
Demikianlah tulisan ini saya buat, semoga bermanfaat bagi kita semua. Maaf bila ada salah-salah kata dalam penulisan ini .
Terima kasih
Studentsute adalah sebuah aplikasi yang ada di Universitas Gunadarma. Universitas . Di Universitas Gunadarma mahasiswa wajib mengaktifkan STUDENTSITE.karena STUDENSITE sebuah aplikasi yang wajib di gunakan mahasiswa Universitas Gundarma untuk mengetahui tentang semua informasi Universutas Gunadarma.
Mahasiswa
• Harus username
• Password untuk Log In ke STUDENTSITE
• Memerlukan yang namanya AKTIVASI.
Setelah AKTIVASI, kita akan bisa menggunakan STUDENTSITE
Layanan aplikasi STUDENTSITE terdapat Fitur-fitur ,yaitu:
• Home
• Kontak
• help
• Faq
Fitur-fitur Locker :
general menu, Jadwal Ujian,Rangkuman Nilai, Jadwal Kuliah, BAAK News ,Absens,iPendaftaran Lomba,Info tentang Seminar ,Tugas, Deposit Library,Warta Warga, Blog komunitas perbankan, Blog komunitas linux, Blog komunitas fotografi, Blog komunitas robotika,Blog komunitas arsitektur,Blog komunitas ekonomi syariah,danBlog komunitas pasar modal. Dan lain-lain
Selain itu ada pula menu-menu lain yang terdapat pada STUDENTSITE, antara lain :
• Email, Calendar, Addressbook, InfoLog, Filemanajer, Forum, Bookmarks, Polls, dan logout.
Sementara itu Kelebihan dari Aplikasi Studentsite :
• Dapat diakses dimana saja
• Dapat mengetahui tentang informasi Universitas Gunadarma.
• Mempermudah kita untuk mengumpulkan tugas
Dan Kekurangan dari Aplikasi Studentsite :
• Sering Eror untuk melakukan aktifasi dan log in.
Demikianlah tulisan ini saya buat, semoga bermanfaat bagi kita semua. Maaf bila ada salah-salah kata dalam penulisan ini .
Terima kasih
Tugas Pengantar Bisnis Modern pemasaran
PEMASARAN
1. PENGERTIAN DAN KONSEP PEMASARAN
Pengertian Pemasaran
Menurut William J. Stanton, pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa.
Penciptaan Faedah Bagi Konsumen
Perusahaan harus dapat menciptakan faedah (utility) bagi konsumen.Faedah (utility) adalah kekuatan dari suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan. Kegiatan pemasaran menciptakan empat faedah yaitu
* faedah waktu
* faedah tempat
* faedah milik
* faedah informasi.
Kegiatan lain yang dapat menciptakan nilai ekonomi adalah :
* Produksi yang membuat barang-barang
* Konsumsi yang menggunakan barang-barang tersebut
Konsep Pemasaran
Merupakan sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.
Pendekatan Studi Pemasaran
Pemasaran dapat dipelajari dengan mengadakan berbagai macam pendekatan, yaitu :
- Pendekatan serba fungsi (functional approach)
- Pendekatan serba lembaga (institutional approach)
- Pendekatan serba barang (commodity approach)
- Pendekatan serba manajemen (managerial approach)
- Pendekatan serba sistem (total system approach)
Pendekatan Serba Fungsi
Adapun fungsi pokok pemasaran adalah penjualan, pembelian, pengangkutan, penyimpanan, pembelanjaan, dan penanggungan risiko
* Penjualan
• Pembelian
• Pengangkutan
• Penyimpanan
• Pembelanjaan
• Penanggungan Risiko
Pendekatan Serba Lembaga
Pendekatan serba lembaga ini mempelajari pemasaran dari segi organisasi/lembaga-lembaga yang terlibat dalam kegiatan pemasaran. Lembaga tersebut adalah :
- Penyedia barang/supplier yang menyediakan bahan kepada produsen
- Produsen yang mengolah bahan menjadi barang jadi
- Perantara pedagang, seperti : pedagang besar dan pengecer
- Perantara agen, seperti : agen penunjuang (perusahaan angkutan, perusahaan penyimpanan) dan agen pelengkap (biro periklanan, lembaga keuangan)
- Perusahaan saingan
- Pembeli akhir
Pendekatan Serba Barang
Pendekatan serba barang atau disebut juga pendekatan organisasi industri, merupakan suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang bagaimana barang-barang tertentu berpindah dari titik produksi ke konsumen akhir atau konsumen industri.
Pendekatan Serba Manajemen
Pendekatan serba manajemen mempelajari pemasaran dengan menitik-beratkan pada pendapat manajer serta keputusan yang mereka ambil.
Pendekatan Serba Sistem
Sumber pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran,barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh, dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.
2. STRUKTUR ORGANISASI PEMASARAN
Sebagai salah satu fungsi pokok dalam perusahaan, pemasaran dipegang oleh seorang manajer pemasaran yang kebanyakan bertanggung jawab pada direktur perusahaan
3. PASAR
Seperti yang dikemukakan oleh W.J. Stanton, pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk belanja, dan kemauan untuk membelanjakannya.
4. MARKETING MIX DAN PRODUK
Pengertian Marketing Mix
Marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi.
Pengertian Barang
Barang/produk adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.
Penggolongan Barang menurut Tingkat Pemakaian dan Kekongritan
Penggolongan ini menunjukkan berapa kali sebuah barang dapat digunakan, apakah sekali, dua kali, atau beberapa kali, atau sekian banyak kali. Selain itu, penggolongan tersebut juga menunjukkan kongkrit-tidaknya suatu barang, sehingga barang-barang dibagi ke dalam :
* barang tahan lama
* barang tidak tahan lama
* jasa.
Penggolongan Barang menurut Tujuan Pemakaiannya oleh si Pemakai
- Barang Konsumsi, adalah barang-barang yang dibeli untuk dikonsumsi.jadi pembeliannya adalah pembeli konsumen akhir,bukan pemakai industry karena barang tersebut dip roses lagi melainkan di pakai sendiri. Barang konsumsi dikelompokkan lagi menjadi tiga golongan, yaitu
* barang konvenien
* barang shopping
* barang spesial.
- Barang Industri, adalah barang-barang yang dibeli untuk diproses lagi atau kepentingan dalam industri, baik secara langsung atau tidak langsung dipakai proses produksi.
Siklus Kehidupan Barang (Product Life Cycle)
Siklus kehidupan barang ini terdiri atas lima tahap yang berbeda-beda seperti:
* tahap perkenalan
* tahap pertumbuhan
* tahap kedewasaan
* kejenuhan, serta
* tahap kemunduran.
Merk
Brand adalah suatu nama, istilah simbul, atau disain (rancangan), atau kombinasinya yang dimaksudkan untuk memberi tanda pengenal barang atau jasa dari seorang penjual atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari barang-barang yang dihasilkan oleh pesaing.
5. SALURAN PEMASARAN
Pengertian Saluran Distribusi
Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri. Adapun lembaga-lembaga yang ikut mengambil bagian dalam penyaluran barang ini adalah : produsen, perantara, dan konsumen akhir atau pemakai industr
Alternatif Saluran Distribusi untuk Barang Konsumsi dan Barang Industri
Untuk saluran distribusi barang konsumsi terdapat 5 saluran sedangkan untuk saluran distribusi barang industri hanya terdapat 4 saluran.
Saluran Distribusi Ganda
Ada beberapa masalah yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan saluran distribusi. Faktor-faktor tersebut antara lain :
* Jenis barang yang dipasarkan Produsen akan menghasilkan produknya
* Penyalur yang bersedia ikut mengambil bagian
* Pasar yang dituju
Perantara Saluran
Dalam operasinya, perantara saluran melaksanakan berbagai macam fungsi pemasaran, seperti : penyimpanan, pengangkutan, dan sebagainya. Sering pula mereka terlibat dalam penanganan barang-barang dalam jumlah besar.
Pedagang Besar
Merupakan salah satu lembaga saluran yang penting, terutama untuk menyalurkan barang konsumsi.
Pengecer
Dalam pemasaran, pengecer (retailer) mempunyai peranan yang penting karena berhubungan secara langsung dengan konsumen akhir.
Agen
Adapun jenis-jenis agen adalah agen penjualan, agen pembelian, dan agen pengangkutan.
Jumlah Perantara dalam Saluran
Setelah produsen menentukan saluran distribusi yang akan dipakai, masalah yang dihadapi berikutnya adalah masalah penentuan jumlah perantara untuk ditempatkan sebagai perantara pada tingkat perdagangan besar dan/atau perdagangan eceran. Dalam hal ini, produsen mempunyai tiga alternatif yang dapat ditempuhnya, yaitu :
* distribusi intensif
* distribusi selektif
* distribusi eksklusif.
Distribusi Fisik
Istilah distribusi fisik dipakai untuk menggambarkan luasnya kegiatan pemindahan suatu barang ke tempat tertentu pada saat tertentu. Pada pokoknya, dua masalah penting yang terdapat dalam kegiatan distribusi fisik ini adalah pengangkutan dan penyimpanan.
6. PENENTUAN HARGA
Arti dan Pentingnya Harga
Harga adalah sejumlah uang (ditambahkan beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Harga
Dalam kenyataan, tingkat harga yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti :
* keadaan perekonomian
* penawaran dan permintaan
* elastisitas permintaan
* persaingan, biaya
* dan lain-lain
Metode-metode Penetapa Harga
Ada dua pendekatan pokok dalam penentuan harga jual, yaitu :
* pendekatan biaya
* serta pendekatan pasar atau persaingan.
Politik Penetapan Harga
Penetapan harga bagi perusahaan yang besar sering melibatkan beberapa manajer seperti : manajer produk, manajer penjualan, dan manajer lain. Beberapa politik penetapan harga adalah :
* penetapan harga psikhologis
* price lining
* potongan harga
* penetapan harga geografis.
7. PROMOSI DAN PERIKLANAN
Promosi
Promosi dipandang sebagai arus informasi atau persuasi satu-arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Beberapa kegiatan yang ada dalam promosi ini pada umumnya ada yaitu :
* periklanan
* personal selling
* promosi penjualan
* serta publisitas
Periklanan
Periklanan adalah komunikasi non-individu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu-individu.
- Tujuan Periklanan
* Menjual atau meningkatkan penjualan barang dan jasa
* Mendukung program personal selling dan kegiatan promosi yang lain
* Mencapai orang-orang yang tidak dapat dicapai oleh salesman dalam jangka waktu tertentu
* dan Lain-lain
- Jenis Periklanan
Beberapa macam cara dalam periklanan dapatlah digolongkan atas dasar penggunaannya oleh pimpinan, karena perbedaan tersebut tergantung pada tujuan perusahaan dalam program periklanannya.
- Media Periklanan
Pemilihan jenis media yang akan digunakan merupakan salah satu keputusan penting bagi sponsor. Jenis-jenis media tersebut adalah
* surat kabar
* majalah
* radio
* televisi
* pos langsung
- Biro Periklanan
Biro periklanan (advertising agency) merupakan lembaga bisnis yang berdiri sendiri, yang mengkhususkan kegiatannya di bidang perencanaan, pengembangan, dan penempatan periklanan
bagi langganannya.
8. PERSONAL SELLING, PROMOSI PENJUALAN, DAN PUBLISITAS
Personal Selling
Interaksi antar individu, saling bertemu muka ynag ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai, atau mempertahankan hubunganpertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain.
- Proses Personal Selling
* Persiapan sebelum penjualan
* Penentuan lokasi pembeli potensial
* Pendekatan pendahuluan
* dan lain-lain
- Jenis Tugas Penjualan dan Salesman
* Trade selling dan merchandising salesman
* Missionary selling dan detailman
* dan lain-lain
Promosi Penjualan
Promosi penjualan hanya merupakan satu kegiatan dalam promosi yang menggunakan alat-alat seperti :
* peragaan
* pameran
* demonstrasi
* hadiah, contoh barang
Publisitas
Hampir sama dengan periklanan, publisitas ini merupakan salah satu kegiatan promosi yang dilakukan melalui suatu media.
NAMA : Sopyan Hakim
KELAS : 1EB17
NPM : 26210660
REFERENSI :
Buku PENGANTAR BISNIS MODERN
Edisi ketiga
Disusun oleh : DR. BASU SWASTHA DH., SE., MBA dan IBNU SUKOTJO W, SE
Penerbit : LIBERTY, YOGYAKARTA
1. PENGERTIAN DAN KONSEP PEMASARAN
Pengertian Pemasaran
Menurut William J. Stanton, pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa.
Penciptaan Faedah Bagi Konsumen
Perusahaan harus dapat menciptakan faedah (utility) bagi konsumen.Faedah (utility) adalah kekuatan dari suatu produk atau jasa untuk memuaskan kebutuhan. Kegiatan pemasaran menciptakan empat faedah yaitu
* faedah waktu
* faedah tempat
* faedah milik
* faedah informasi.
Kegiatan lain yang dapat menciptakan nilai ekonomi adalah :
* Produksi yang membuat barang-barang
* Konsumsi yang menggunakan barang-barang tersebut
Konsep Pemasaran
Merupakan sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.
Pendekatan Studi Pemasaran
Pemasaran dapat dipelajari dengan mengadakan berbagai macam pendekatan, yaitu :
- Pendekatan serba fungsi (functional approach)
- Pendekatan serba lembaga (institutional approach)
- Pendekatan serba barang (commodity approach)
- Pendekatan serba manajemen (managerial approach)
- Pendekatan serba sistem (total system approach)
Pendekatan Serba Fungsi
Adapun fungsi pokok pemasaran adalah penjualan, pembelian, pengangkutan, penyimpanan, pembelanjaan, dan penanggungan risiko
* Penjualan
• Pembelian
• Pengangkutan
• Penyimpanan
• Pembelanjaan
• Penanggungan Risiko
Pendekatan Serba Lembaga
Pendekatan serba lembaga ini mempelajari pemasaran dari segi organisasi/lembaga-lembaga yang terlibat dalam kegiatan pemasaran. Lembaga tersebut adalah :
- Penyedia barang/supplier yang menyediakan bahan kepada produsen
- Produsen yang mengolah bahan menjadi barang jadi
- Perantara pedagang, seperti : pedagang besar dan pengecer
- Perantara agen, seperti : agen penunjuang (perusahaan angkutan, perusahaan penyimpanan) dan agen pelengkap (biro periklanan, lembaga keuangan)
- Perusahaan saingan
- Pembeli akhir
Pendekatan Serba Barang
Pendekatan serba barang atau disebut juga pendekatan organisasi industri, merupakan suatu pendekatan pada pemasaran yang melibatkan studi tentang bagaimana barang-barang tertentu berpindah dari titik produksi ke konsumen akhir atau konsumen industri.
Pendekatan Serba Manajemen
Pendekatan serba manajemen mempelajari pemasaran dengan menitik-beratkan pada pendapat manajer serta keputusan yang mereka ambil.
Pendekatan Serba Sistem
Sumber pemasaran adalah kumpulan lembaga-lembaga yang melakukan tugas pemasaran,barang, jasa, ide, orang, dan faktor-faktor lingkungan yang saling memberikan pengaruh, dan membentuk serta mempengaruhi hubungan perusahaan dengan pasarnya.
2. STRUKTUR ORGANISASI PEMASARAN
Sebagai salah satu fungsi pokok dalam perusahaan, pemasaran dipegang oleh seorang manajer pemasaran yang kebanyakan bertanggung jawab pada direktur perusahaan
3. PASAR
Seperti yang dikemukakan oleh W.J. Stanton, pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk belanja, dan kemauan untuk membelanjakannya.
4. MARKETING MIX DAN PRODUK
Pengertian Marketing Mix
Marketing mix adalah kombinasi dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yakni produk, struktur harga, kegiatan promosi dan sistem distribusi.
Pengertian Barang
Barang/produk adalah suatu sifat yang kompleks baik dapat diraba maupun tidak dapat diraba, termasuk bungkus, warna, harga, prestise perusahaan dan pengecer, pelayanan perusahaan dan pengecer, yang diterima oleh pembeli untuk memuaskan keinginan atau kebutuhannya.
Penggolongan Barang menurut Tingkat Pemakaian dan Kekongritan
Penggolongan ini menunjukkan berapa kali sebuah barang dapat digunakan, apakah sekali, dua kali, atau beberapa kali, atau sekian banyak kali. Selain itu, penggolongan tersebut juga menunjukkan kongkrit-tidaknya suatu barang, sehingga barang-barang dibagi ke dalam :
* barang tahan lama
* barang tidak tahan lama
* jasa.
Penggolongan Barang menurut Tujuan Pemakaiannya oleh si Pemakai
- Barang Konsumsi, adalah barang-barang yang dibeli untuk dikonsumsi.jadi pembeliannya adalah pembeli konsumen akhir,bukan pemakai industry karena barang tersebut dip roses lagi melainkan di pakai sendiri. Barang konsumsi dikelompokkan lagi menjadi tiga golongan, yaitu
* barang konvenien
* barang shopping
* barang spesial.
- Barang Industri, adalah barang-barang yang dibeli untuk diproses lagi atau kepentingan dalam industri, baik secara langsung atau tidak langsung dipakai proses produksi.
Siklus Kehidupan Barang (Product Life Cycle)
Siklus kehidupan barang ini terdiri atas lima tahap yang berbeda-beda seperti:
* tahap perkenalan
* tahap pertumbuhan
* tahap kedewasaan
* kejenuhan, serta
* tahap kemunduran.
Merk
Brand adalah suatu nama, istilah simbul, atau disain (rancangan), atau kombinasinya yang dimaksudkan untuk memberi tanda pengenal barang atau jasa dari seorang penjual atau sekelompok penjual dan untuk membedakannya dari barang-barang yang dihasilkan oleh pesaing.
5. SALURAN PEMASARAN
Pengertian Saluran Distribusi
Saluran distribusi untuk suatu barang adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri. Adapun lembaga-lembaga yang ikut mengambil bagian dalam penyaluran barang ini adalah : produsen, perantara, dan konsumen akhir atau pemakai industr
Alternatif Saluran Distribusi untuk Barang Konsumsi dan Barang Industri
Untuk saluran distribusi barang konsumsi terdapat 5 saluran sedangkan untuk saluran distribusi barang industri hanya terdapat 4 saluran.
Saluran Distribusi Ganda
Ada beberapa masalah yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan saluran distribusi. Faktor-faktor tersebut antara lain :
* Jenis barang yang dipasarkan Produsen akan menghasilkan produknya
* Penyalur yang bersedia ikut mengambil bagian
* Pasar yang dituju
Perantara Saluran
Dalam operasinya, perantara saluran melaksanakan berbagai macam fungsi pemasaran, seperti : penyimpanan, pengangkutan, dan sebagainya. Sering pula mereka terlibat dalam penanganan barang-barang dalam jumlah besar.
Pedagang Besar
Merupakan salah satu lembaga saluran yang penting, terutama untuk menyalurkan barang konsumsi.
Pengecer
Dalam pemasaran, pengecer (retailer) mempunyai peranan yang penting karena berhubungan secara langsung dengan konsumen akhir.
Agen
Adapun jenis-jenis agen adalah agen penjualan, agen pembelian, dan agen pengangkutan.
Jumlah Perantara dalam Saluran
Setelah produsen menentukan saluran distribusi yang akan dipakai, masalah yang dihadapi berikutnya adalah masalah penentuan jumlah perantara untuk ditempatkan sebagai perantara pada tingkat perdagangan besar dan/atau perdagangan eceran. Dalam hal ini, produsen mempunyai tiga alternatif yang dapat ditempuhnya, yaitu :
* distribusi intensif
* distribusi selektif
* distribusi eksklusif.
Distribusi Fisik
Istilah distribusi fisik dipakai untuk menggambarkan luasnya kegiatan pemindahan suatu barang ke tempat tertentu pada saat tertentu. Pada pokoknya, dua masalah penting yang terdapat dalam kegiatan distribusi fisik ini adalah pengangkutan dan penyimpanan.
6. PENENTUAN HARGA
Arti dan Pentingnya Harga
Harga adalah sejumlah uang (ditambahkan beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Harga
Dalam kenyataan, tingkat harga yang terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti :
* keadaan perekonomian
* penawaran dan permintaan
* elastisitas permintaan
* persaingan, biaya
* dan lain-lain
Metode-metode Penetapa Harga
Ada dua pendekatan pokok dalam penentuan harga jual, yaitu :
* pendekatan biaya
* serta pendekatan pasar atau persaingan.
Politik Penetapan Harga
Penetapan harga bagi perusahaan yang besar sering melibatkan beberapa manajer seperti : manajer produk, manajer penjualan, dan manajer lain. Beberapa politik penetapan harga adalah :
* penetapan harga psikhologis
* price lining
* potongan harga
* penetapan harga geografis.
7. PROMOSI DAN PERIKLANAN
Promosi
Promosi dipandang sebagai arus informasi atau persuasi satu-arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran. Beberapa kegiatan yang ada dalam promosi ini pada umumnya ada yaitu :
* periklanan
* personal selling
* promosi penjualan
* serta publisitas
Periklanan
Periklanan adalah komunikasi non-individu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu-individu.
- Tujuan Periklanan
* Menjual atau meningkatkan penjualan barang dan jasa
* Mendukung program personal selling dan kegiatan promosi yang lain
* Mencapai orang-orang yang tidak dapat dicapai oleh salesman dalam jangka waktu tertentu
* dan Lain-lain
- Jenis Periklanan
Beberapa macam cara dalam periklanan dapatlah digolongkan atas dasar penggunaannya oleh pimpinan, karena perbedaan tersebut tergantung pada tujuan perusahaan dalam program periklanannya.
- Media Periklanan
Pemilihan jenis media yang akan digunakan merupakan salah satu keputusan penting bagi sponsor. Jenis-jenis media tersebut adalah
* surat kabar
* majalah
* radio
* televisi
* pos langsung
- Biro Periklanan
Biro periklanan (advertising agency) merupakan lembaga bisnis yang berdiri sendiri, yang mengkhususkan kegiatannya di bidang perencanaan, pengembangan, dan penempatan periklanan
bagi langganannya.
8. PERSONAL SELLING, PROMOSI PENJUALAN, DAN PUBLISITAS
Personal Selling
Interaksi antar individu, saling bertemu muka ynag ditujukan untuk menciptakan, memperbaiki, menguasai, atau mempertahankan hubunganpertukaran yang saling menguntungkan dengan pihak lain.
- Proses Personal Selling
* Persiapan sebelum penjualan
* Penentuan lokasi pembeli potensial
* Pendekatan pendahuluan
* dan lain-lain
- Jenis Tugas Penjualan dan Salesman
* Trade selling dan merchandising salesman
* Missionary selling dan detailman
* dan lain-lain
Promosi Penjualan
Promosi penjualan hanya merupakan satu kegiatan dalam promosi yang menggunakan alat-alat seperti :
* peragaan
* pameran
* demonstrasi
* hadiah, contoh barang
Publisitas
Hampir sama dengan periklanan, publisitas ini merupakan salah satu kegiatan promosi yang dilakukan melalui suatu media.
NAMA : Sopyan Hakim
KELAS : 1EB17
NPM : 26210660
REFERENSI :
Buku PENGANTAR BISNIS MODERN
Edisi ketiga
Disusun oleh : DR. BASU SWASTHA DH., SE., MBA dan IBNU SUKOTJO W, SE
Penerbit : LIBERTY, YOGYAKARTA
Sabtu, 23 Oktober 2010
Tugas Pengantar Bisnis Modern
DISAIN DAN PERILAKU ORGANISASI
PENGERTIAN ORGANISASI
Apakah yang dimaksud organisasi
Menurut Boone dan kurtz, organisasi didefinisikan sebagai berikut :
Organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orang nya berinteraksi untuk mencapai tujuan.
Organisasi Formal Dan Informal
Organisasi formal
Organisasi formal merupakan sistem tugas, hubungan wewenang, tanggung jawab, dan pertanggung jawaban yang di rancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan.
Stuktur formal ini dibuat untuk meliputi pekerjaan yang harus di lakukan dan memberikan suatu kerangkabagi perilaku pekerjaan. Organisasi formal menawarkan bidang-bidang tetap (relatif) yang masing-masing orang bekerja pada bidang tanggung jawab nya sendiri.
Organisasi Informal
Organisasi Informal adalahsuatu jaringan hubungan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang formal.
Organisasi informal terjadi dalam suatu perusahaan karena ada nya interaksi manusia, dan orang akan selalu berinteraksi serta membentuk keakraban.
Komunikasi yang terjadi dalam organisai informal berjalan dengan cepat dari mulut ke mulut.sistem komunikasi ini di sebut sistem tanaman rambat. Informasi yang di smpaikan dapat berlebihan, kurang tepat, kurang percaya, atau dapat juga terpercaya.
Sentralisasi Vs Desentralisasi
Organisasi yang disentralisir
Sebuah perusahaan yang mengambil kebijakan menempatkan wewenang pengambilan keputusan utama dan pengendalian di tangan beberapa eksekutif puncak disebut organisasi manajemen yang disentralisir. Jadi organisasi manajemen yang disentralisir merupakan sebuah sistem yang wewenang serta pengaendaliaanyadipegang di suatu pusat, biasanya eksekutif puncak.
Organisasi yang didesentralisasi
Manajemen yang didesentralisasi merupakan suatu usaha sistematis untuk mendelegasikan kepada jenjang bawah semua wewenang kecuali yang harus dilaksanakan pada jenjang tertinggi.
STRUKTUR ORGANISASI DAN PENYUSUNANYA
Pembentukan Struktur Organisasi
Struktur organisasi formal didasarkan pada analisa dari tiga elemen kunci setiap organisasi yaitu :
1. Interaksi kemanusiaan
2. Kegiatan yang terarah ke tujuan
3. Struktur
Manajemen harus mengkoordinir kegiatan-kegiatan karyawan untuk mencapai tujuan organisasi.
*Hierarki tujuan
*Depermentlasi
*Wewenang dan tanggung jawab
*Menjamin komunikasi yang efektif
*Menghindari perrtumbuhan organisasi yang tidak perlu
Bentuk-bentuk Struktur Organisasi
Sebenar nya bentuk struktur organisasi ini bermacam-macam, tetapi pada poko nya ada empat yaitu : organisasi garis (line organization), organisasi garis dan staf (line and staf organization), organisasi fungsional (functional organization), komite(commite), dan organisasi matrik.
Organisasi garis
A. Kebaikan organisasi garis
*adanya kesatuan dalam pimpinan dan perintah
*pimpinan dapat lebih cepat dalam menganbil keputusan , sebab tidak perlu membicarakannya dengan orang lain.
* dan Lain-lain
B. keburukan organisasi garis
*sering terdapat birokrasi yang menghambat jalannya perusahaan
*kurang nya ker ja sama
*dan lain-lain
Organisasi Garis dan staf
A.kebaikan organisasi garis dan staf
*staf dapat mendidik para petugas
* pimpinan lebih leluasa dalam memberikan saran terhadap tugas khusus di luar bagiannya.
*dan lain-lan
B.keburukan organisasi garis dan staf
*dapat menimbulkan anggapan pada petugas untuk lebih percaya kepada staf dari pada atasannya
*staf dapat ikut disalahkan apabila saran yang diberikan tidak memperoleh hasil.
*dan lain-lain
Organisasi Fungsional
A.kebaikan organisasi fungsional
*masing=masing fungsi dapat dipegang oleh orang yang ahli dalam bidang nya, sehingga terdapat keserasian antar tugas dan keahliannya.
*tugas para manajer menjadi lebih ringan dengan ada nya pembagian fungsi.
*dan lain-lain
B.keburukan Organisasi Fungsional
* tidak ada hubungan garis secara langsung dengan atasan.
*kesulitan yang timbul tidak dapat secara cepat diatasi.
*kurang nya koordinasi sering menimbulkan perselisihan di antara para manajer.
*dan lain-lain
Organisasi Komite
A.kebaikan komite
*Menciptakan koordinasi yang lebih baik
*keputusan ditentukan bersama-sama sehinnga dapat memberikan hasil yang lebih baik.
*merupakansebuah forum untuk saling bertukar pendapat diantara beberapa anggota.
B.keburuka komite
*keharusan untuk berkompromi
*sering menimbulkan kesimpang siuran dalam organisasi
*dan lain-lain
Organisasi Matrik
A. Kebaikan matrik
*luwes
*memberikan alat inovasi tanpa mengganggu struktur organisasi yang ad.
*dan Lain-lain
B.keburukan matrik
*konflik dapat muncul antara manajer proyek dengan manajer bagian lain
*manajer proyek dapat menjumpai kesulitan dalam mengembangkan tim terpadu dari orang-orang yang berasal dari bagian yang berbeda.
*dan lain-lain
PERILAKU KEORGANISASIAN
Kelompok Kerja
Kelompok kerja yaitu merupakan sekumpulan karyawan yang secara bersama-sama mempunyai pekerjaan,serupa(umum) dan melihat diri mereka sebagai satu kelompok. Kelompok-kelompok tersebut akan tetap ada pada setiap peristiwa didalam organisasi karena mereka mengisi kebutuhan itu dapat berupa: 1. Kebutuhan berkomunikasi. 2.kebutuhan mempertahankan harga diri dan kepentingan ekonomi serta. 3.kebutuhan akan keamanan atau perlindungan.
Keanggotaan dalam berbagai kelompok akan bergantung pada banyak hal yaitu: 1. Keakraban satu sama lain.2.kepentingan bersama. 3. Pekerjaan seruap.4.persahabatan semua ini akan menjadi dasar untuk saling melengkapui bagi kelompok-kelompoknkerja.
Motivasi
Setiap orang pasti mempunyai motivasi sebagai alasan mengapa mereka berperilaku tertentu.dengan kata lain, motivasi meruapakan motif intern yang menybabkan orang berperilaku seperti yang mereka lakukan. Setiap orang dapat memiliki motif yang sangat nebeda untuk mengerjakan suatu yang sama.
Pekerjaan dan sikap jabatan
Oleh musselmah dan Jackson, kepuasan jabatan di pandang sebagai indicator yang bermanfaat bagi manejemen untuk menentukan apakah terdapat bidang-bidang masalah dalam angkatan kerja organisasi.kepuasan jabatan telah dikaitkan dengan perputaran dam absentiisme dalam angkatan kerja.moral merupakan sikap umum dari angkatan kerja dalam sebuah perusahaan terhadap jabatan mereka.sedangkan kepuasan jabatan merupakan istilah lain yang memberikan arti bayak tentang hal yang sama.
Kepemimpinan
Dalam perusahaan,kepemimpinan itu berkaitan dengan pengarahan kepada karyawan untuk melakukan pekerjaaan. Ini menjadi bagian penting dalam memahami perilaku kerja. Beberapa penelitian telah memperlihatakan bahwatidak ada “satu cara terbaik” untuk memimpin karyawan.ini bergantung pada pimpinannya,karyawan dan situasi yang ada.
REFERENSI:
PENGANTAR BISNIS MODERN
Oleh :
DR.BASU SWASTHA DH., SE ., MBA.
IBNU SUKOTJO W. SE.
NAMA : SOPYAN HAKIM
KELAS : 1EB17
NPM :26210660
PENGERTIAN ORGANISASI
Apakah yang dimaksud organisasi
Menurut Boone dan kurtz, organisasi didefinisikan sebagai berikut :
Organisasi adalah suatu proses tersusun yang orang-orang nya berinteraksi untuk mencapai tujuan.
Organisasi Formal Dan Informal
Organisasi formal
Organisasi formal merupakan sistem tugas, hubungan wewenang, tanggung jawab, dan pertanggung jawaban yang di rancang oleh manajemen agar pekerjaan dapat dilakukan.
Stuktur formal ini dibuat untuk meliputi pekerjaan yang harus di lakukan dan memberikan suatu kerangkabagi perilaku pekerjaan. Organisasi formal menawarkan bidang-bidang tetap (relatif) yang masing-masing orang bekerja pada bidang tanggung jawab nya sendiri.
Organisasi Informal
Organisasi Informal adalahsuatu jaringan hubungan pribadi dan sosial yang mungkin tidak dilakukan atas dasar hubungan wewenang formal.
Organisasi informal terjadi dalam suatu perusahaan karena ada nya interaksi manusia, dan orang akan selalu berinteraksi serta membentuk keakraban.
Komunikasi yang terjadi dalam organisai informal berjalan dengan cepat dari mulut ke mulut.sistem komunikasi ini di sebut sistem tanaman rambat. Informasi yang di smpaikan dapat berlebihan, kurang tepat, kurang percaya, atau dapat juga terpercaya.
Sentralisasi Vs Desentralisasi
Organisasi yang disentralisir
Sebuah perusahaan yang mengambil kebijakan menempatkan wewenang pengambilan keputusan utama dan pengendalian di tangan beberapa eksekutif puncak disebut organisasi manajemen yang disentralisir. Jadi organisasi manajemen yang disentralisir merupakan sebuah sistem yang wewenang serta pengaendaliaanyadipegang di suatu pusat, biasanya eksekutif puncak.
Organisasi yang didesentralisasi
Manajemen yang didesentralisasi merupakan suatu usaha sistematis untuk mendelegasikan kepada jenjang bawah semua wewenang kecuali yang harus dilaksanakan pada jenjang tertinggi.
STRUKTUR ORGANISASI DAN PENYUSUNANYA
Pembentukan Struktur Organisasi
Struktur organisasi formal didasarkan pada analisa dari tiga elemen kunci setiap organisasi yaitu :
1. Interaksi kemanusiaan
2. Kegiatan yang terarah ke tujuan
3. Struktur
Manajemen harus mengkoordinir kegiatan-kegiatan karyawan untuk mencapai tujuan organisasi.
*Hierarki tujuan
*Depermentlasi
*Wewenang dan tanggung jawab
*Menjamin komunikasi yang efektif
*Menghindari perrtumbuhan organisasi yang tidak perlu
Bentuk-bentuk Struktur Organisasi
Sebenar nya bentuk struktur organisasi ini bermacam-macam, tetapi pada poko nya ada empat yaitu : organisasi garis (line organization), organisasi garis dan staf (line and staf organization), organisasi fungsional (functional organization), komite(commite), dan organisasi matrik.
Organisasi garis
A. Kebaikan organisasi garis
*adanya kesatuan dalam pimpinan dan perintah
*pimpinan dapat lebih cepat dalam menganbil keputusan , sebab tidak perlu membicarakannya dengan orang lain.
* dan Lain-lain
B. keburukan organisasi garis
*sering terdapat birokrasi yang menghambat jalannya perusahaan
*kurang nya ker ja sama
*dan lain-lain
Organisasi Garis dan staf
A.kebaikan organisasi garis dan staf
*staf dapat mendidik para petugas
* pimpinan lebih leluasa dalam memberikan saran terhadap tugas khusus di luar bagiannya.
*dan lain-lan
B.keburukan organisasi garis dan staf
*dapat menimbulkan anggapan pada petugas untuk lebih percaya kepada staf dari pada atasannya
*staf dapat ikut disalahkan apabila saran yang diberikan tidak memperoleh hasil.
*dan lain-lain
Organisasi Fungsional
A.kebaikan organisasi fungsional
*masing=masing fungsi dapat dipegang oleh orang yang ahli dalam bidang nya, sehingga terdapat keserasian antar tugas dan keahliannya.
*tugas para manajer menjadi lebih ringan dengan ada nya pembagian fungsi.
*dan lain-lain
B.keburukan Organisasi Fungsional
* tidak ada hubungan garis secara langsung dengan atasan.
*kesulitan yang timbul tidak dapat secara cepat diatasi.
*kurang nya koordinasi sering menimbulkan perselisihan di antara para manajer.
*dan lain-lain
Organisasi Komite
A.kebaikan komite
*Menciptakan koordinasi yang lebih baik
*keputusan ditentukan bersama-sama sehinnga dapat memberikan hasil yang lebih baik.
*merupakansebuah forum untuk saling bertukar pendapat diantara beberapa anggota.
B.keburuka komite
*keharusan untuk berkompromi
*sering menimbulkan kesimpang siuran dalam organisasi
*dan lain-lain
Organisasi Matrik
A. Kebaikan matrik
*luwes
*memberikan alat inovasi tanpa mengganggu struktur organisasi yang ad.
*dan Lain-lain
B.keburukan matrik
*konflik dapat muncul antara manajer proyek dengan manajer bagian lain
*manajer proyek dapat menjumpai kesulitan dalam mengembangkan tim terpadu dari orang-orang yang berasal dari bagian yang berbeda.
*dan lain-lain
PERILAKU KEORGANISASIAN
Kelompok Kerja
Kelompok kerja yaitu merupakan sekumpulan karyawan yang secara bersama-sama mempunyai pekerjaan,serupa(umum) dan melihat diri mereka sebagai satu kelompok. Kelompok-kelompok tersebut akan tetap ada pada setiap peristiwa didalam organisasi karena mereka mengisi kebutuhan itu dapat berupa: 1. Kebutuhan berkomunikasi. 2.kebutuhan mempertahankan harga diri dan kepentingan ekonomi serta. 3.kebutuhan akan keamanan atau perlindungan.
Keanggotaan dalam berbagai kelompok akan bergantung pada banyak hal yaitu: 1. Keakraban satu sama lain.2.kepentingan bersama. 3. Pekerjaan seruap.4.persahabatan semua ini akan menjadi dasar untuk saling melengkapui bagi kelompok-kelompoknkerja.
Motivasi
Setiap orang pasti mempunyai motivasi sebagai alasan mengapa mereka berperilaku tertentu.dengan kata lain, motivasi meruapakan motif intern yang menybabkan orang berperilaku seperti yang mereka lakukan. Setiap orang dapat memiliki motif yang sangat nebeda untuk mengerjakan suatu yang sama.
Pekerjaan dan sikap jabatan
Oleh musselmah dan Jackson, kepuasan jabatan di pandang sebagai indicator yang bermanfaat bagi manejemen untuk menentukan apakah terdapat bidang-bidang masalah dalam angkatan kerja organisasi.kepuasan jabatan telah dikaitkan dengan perputaran dam absentiisme dalam angkatan kerja.moral merupakan sikap umum dari angkatan kerja dalam sebuah perusahaan terhadap jabatan mereka.sedangkan kepuasan jabatan merupakan istilah lain yang memberikan arti bayak tentang hal yang sama.
Kepemimpinan
Dalam perusahaan,kepemimpinan itu berkaitan dengan pengarahan kepada karyawan untuk melakukan pekerjaaan. Ini menjadi bagian penting dalam memahami perilaku kerja. Beberapa penelitian telah memperlihatakan bahwatidak ada “satu cara terbaik” untuk memimpin karyawan.ini bergantung pada pimpinannya,karyawan dan situasi yang ada.
REFERENSI:
PENGANTAR BISNIS MODERN
Oleh :
DR.BASU SWASTHA DH., SE ., MBA.
IBNU SUKOTJO W. SE.
NAMA : SOPYAN HAKIM
KELAS : 1EB17
NPM :26210660
Minggu, 17 Oktober 2010
tugas pengantar bisnis modern . MANAJEMEN UMUM
MANAJEMEN UMUM
PENGERTIAN MANAJEMEN UMUM
Arti dan fungsi manajement:
Manajemen adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari definisi tentang manajemen tersebut, dapatlah diambil kesimpulan bahwa manajemen mempunyai lima fungsi, yaitu:
1. Perencanaan
2. Pengorganisasian
3. Pengarahan
4. Pengkoordinasian
5. Pengawasan
Jadi untuk mencapai tujuan harus ada kegiatan, dalam kegiatan-kegiatan yang sama disatukan didalam suatu wadah disebut fungsi.
LATAR BELAKANG SEJARAH MANAJEMEN
Gerakan Manajemen Ilmiah:
Frederick W, Taylor (1856-1915) merupakan salah seorang yang pertama kali mempelajari metode kerja.
Sejak pemunculan bukunya tahun 1911, taylor dikenal sebagai bapak dari gerakan manajemen ilmiah. Buku yang telah diterbitkan berjudul The Principles of Scientific Management.
Prinsip 1 : semua pekerjaan dapat diobservasi dan dianalisis guna menentukan satu cara terbaik untuk menyelesaikannya.
Prinsip 2 : orang yang tepat unuk memangku jabatan dapat dipilih dan dilatih secara ilmiah.
Prinsip 3 : kita dapat menjamin bahwa cara terbaik tersebut diikuti dengan mengkaiji pemegang jabatan edengan dasar insentif,yaitu menyamakan gaji dengan hasil kerjanya.
Prinsip 4 : menempatkan manajer dalam perancanaan,persiapan dan pemeriksaan pekerjaan.
SEKOLAH-SEKOLAH TENTANG PEMIKIRAN MANAJEMEN
Sekolah Klasik (classical school)
Banyak dari literatul klasik ditulis antara perang dunia I dengan perang dunia II.memberikan saran tentang funsi-fungsi manajemen primer,yaitu perencanaan,pengorganisasian,pengarahan dan pengendalian.
Sekolah Perilaku (behavioral school)
Sekolah perilaku yang juga disebut leadership, humanrelation,atau behavioral sciences school of manajemen, telah menjadi popular dalam tahun 1950 an.sekolah perilaku tersebut menarik beberapa disiplin seperti psikologi dan sosiologi sebagai bagian dari latar belakang pendidikan manajer.
Sekolah Ilmu Manajement (management science school)
Sekolah ilmu manajemen ini melibatkan matematik dan statistic.model fisik seperti yang dipakai dalam sebuah lowongan angin merupakan satu jenis midel.jenis yang lain adalah hubungan smatematis antara beberapa variable.
Analisis Sistem
System adalah suatu unit yang dibentuk dari dua atau lebih bagian-bagian independen yang berinteraksi untuk membentuk sebuah organism fungsi.analisis system merupakan metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah bisnis dengan mengidentifikasi bagian-bagian utama dari suatu masalah dan hubungan mereka.
Manajemen Hasil
MBO adalah suatu program untuk meningkatkan motivasi dan pengendalian karyawan.
MBO memutuskan perhatian pada hasil, bukan perilaku yang diperlihatkan oleh karyawan.
PERENCANAAN
Bentuk-bentuk Perencanaan.
A. Tujuan (objective)
Tujuan merupakan suatu sasaran dimana kegiatan itu di rahkan, dan diusahakan untuk sedapat mungkin dicapai dalam jangka waktu tertentu.
B. Kebijakan (policy)
Kebijakan adalah suatu pernyataaan atau pengertian untuk menyalurkan pokiran dalam mengambil keputusan terhadap tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan. Karena kebijakan ini biasanya tidak tertulis, maka sering kali sulit unuk dipahami oleh para bawahan.
C. Strategi
Strategi merupakan tindakan penyesuaian dari rencana yang telah dibuat.perlunya diadakan penysuaian ini disebabkan oleh adanya berbagai macam reaksi.
D. Prosedur
Prrosedur merupakan rangkaian tindakan yang akan dilaksanakan untuk waktu mendatang.jadi prosedur ini lebih menitikberatkan pada suatu tindakan.
E.Aturan(rule)
Aturan adalah suatu tindakan yang spesifik dan merupakan bagian dari proseduer aturan-aturan yang saling berkaitan dapat dikelompokkan menjadi suatu golongan disebut prosedur.
F.Program
Program merupakan campuaran antara kebijakan prosedur, aturan dan pemberian tugas yang disertai dengan suatu anggaran.
Kegunaan Perencanaan
Dibandingkan dengan fungsi lain, perencanaa adalah sangat penting sebab merupakan funsi dasar bagi fungsi tersebut.adapun kegunaan dari pada perencanaan adalah :
A.Mengurangi ketidakpastian serta Perubahan pada waktu mendatang.
B.Mengarahkan perhatian pada tujuan.
C.Memperingan Biaya
D.Merupakan sarana untuk mangadakan pengawasan
Langkah-Langkah Penyusunan Perencanaan.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyusun suatu perencanaan adalah :
A.Menetapkan Tujuan
B.Menyusun Anggapan-anggapan(premising)
C.Menentukan berbagai alternative tindakan
D.Mengadakan penilaian terhadap Alternatif –alternatif tindakan yang sudah dipilih.
E.Mengambil Keputusan
F.Menyusun Rencana Pendukung.
Faktor-faktor yang membatasi Perencanaan
Adanya kelemahan ini disebabkan oleh beberapa factor yang mempunyai sifat membatasi perencanaan factor tersebut adalah:
A.Sulit nya mencari anggapan secara teliti
B.Perubahan yang sangat cepat
C.kelakuan Internal
D.Kekakuan Eksternal
E.Waktu dan Biaya
Pengambilan Keputusan
A.Syarat Pengambilan Keputusan
B.Alat Pengambilan Keputusan
PENGORGANISASIAN
Hubungan-hubungan yang terjadi didalam organisasi dapat berbentuk :
-hubungan informal
-hubungan formal
PENGARAHAN
Pengarahan merupakan aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaga nya secara efektif serta efisien untuk mencapai tujuan.
Pengarahan yang dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada beberapa prinsip yaitu :
A. Prinsip mengarah kepada tujuan
B. Prinsip keharmonisan dengan tujuan
C. Prinsip kesatuan komando
Cara pengarahan :
Adapun cara-cara pengarahan yang dilakukan dapat berupa.
A. Orientasi
B. Perintah
C. Delegasi wewenang
PENGKOORDINASIAN
Prinsip-prinsip koordinasi
Koordinasi antar bagian dan antar individu didalam organisasi akan dapat tercapai bila mana di ikuti dengan tiga prinsip :
A. Prinsip kontak langsung
B. Prinsip penekanan pada pentingnya koordinasi
C. Hubungan timbale balik diantara factor-faktor yang ada
PENGAWASAN
Langkah-langkah pengawasan:
Langkah langkah yang harus dilakukan untuk mengadakan pengawasan adalah ;
A. Menciptakan standard
B. Membandingkan kegiatan yang dilakukan dengan standard
C. Melakukan tindakan koreksi
Syarat syarat pengawasan yang baik
Untuk menjalankan pengawasan dengan baik di perlukan beberapa syarat yakni :
A. Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan (aktifitas)
B. Pengawasan harus melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi dengan segera
C. Pengawasan harus mempunyai pandangan kedepan
D. Pengawasan harus objektif, teliti dan sesuai dengan standard yang digunakan
E. Pengawasan harus luwesatau fleksibel
F. Pengawasan harus serasi dengan pola organisasi
G. Pengawasan harus ekonimis
H. Pengawasan harus mudah dimengerti
I. Pengawasan harus diikuti dengan perbaikan koreksi
REFERENSI :
Buku pengantar bisnis modern.
Oleh :
DR.BASU SWASTHA DH. SE . MBA
IBNU SUKOTJO W. SE
NAMA :SOPYAN.HAKIM
KELAS : 1EB17
NPM : 26210660
PENGERTIAN MANAJEMEN UMUM
Arti dan fungsi manajement:
Manajemen adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari definisi tentang manajemen tersebut, dapatlah diambil kesimpulan bahwa manajemen mempunyai lima fungsi, yaitu:
1. Perencanaan
2. Pengorganisasian
3. Pengarahan
4. Pengkoordinasian
5. Pengawasan
Jadi untuk mencapai tujuan harus ada kegiatan, dalam kegiatan-kegiatan yang sama disatukan didalam suatu wadah disebut fungsi.
LATAR BELAKANG SEJARAH MANAJEMEN
Gerakan Manajemen Ilmiah:
Frederick W, Taylor (1856-1915) merupakan salah seorang yang pertama kali mempelajari metode kerja.
Sejak pemunculan bukunya tahun 1911, taylor dikenal sebagai bapak dari gerakan manajemen ilmiah. Buku yang telah diterbitkan berjudul The Principles of Scientific Management.
Prinsip 1 : semua pekerjaan dapat diobservasi dan dianalisis guna menentukan satu cara terbaik untuk menyelesaikannya.
Prinsip 2 : orang yang tepat unuk memangku jabatan dapat dipilih dan dilatih secara ilmiah.
Prinsip 3 : kita dapat menjamin bahwa cara terbaik tersebut diikuti dengan mengkaiji pemegang jabatan edengan dasar insentif,yaitu menyamakan gaji dengan hasil kerjanya.
Prinsip 4 : menempatkan manajer dalam perancanaan,persiapan dan pemeriksaan pekerjaan.
SEKOLAH-SEKOLAH TENTANG PEMIKIRAN MANAJEMEN
Sekolah Klasik (classical school)
Banyak dari literatul klasik ditulis antara perang dunia I dengan perang dunia II.memberikan saran tentang funsi-fungsi manajemen primer,yaitu perencanaan,pengorganisasian,pengarahan dan pengendalian.
Sekolah Perilaku (behavioral school)
Sekolah perilaku yang juga disebut leadership, humanrelation,atau behavioral sciences school of manajemen, telah menjadi popular dalam tahun 1950 an.sekolah perilaku tersebut menarik beberapa disiplin seperti psikologi dan sosiologi sebagai bagian dari latar belakang pendidikan manajer.
Sekolah Ilmu Manajement (management science school)
Sekolah ilmu manajemen ini melibatkan matematik dan statistic.model fisik seperti yang dipakai dalam sebuah lowongan angin merupakan satu jenis midel.jenis yang lain adalah hubungan smatematis antara beberapa variable.
Analisis Sistem
System adalah suatu unit yang dibentuk dari dua atau lebih bagian-bagian independen yang berinteraksi untuk membentuk sebuah organism fungsi.analisis system merupakan metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah bisnis dengan mengidentifikasi bagian-bagian utama dari suatu masalah dan hubungan mereka.
Manajemen Hasil
MBO adalah suatu program untuk meningkatkan motivasi dan pengendalian karyawan.
MBO memutuskan perhatian pada hasil, bukan perilaku yang diperlihatkan oleh karyawan.
PERENCANAAN
Bentuk-bentuk Perencanaan.
A. Tujuan (objective)
Tujuan merupakan suatu sasaran dimana kegiatan itu di rahkan, dan diusahakan untuk sedapat mungkin dicapai dalam jangka waktu tertentu.
B. Kebijakan (policy)
Kebijakan adalah suatu pernyataaan atau pengertian untuk menyalurkan pokiran dalam mengambil keputusan terhadap tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan. Karena kebijakan ini biasanya tidak tertulis, maka sering kali sulit unuk dipahami oleh para bawahan.
C. Strategi
Strategi merupakan tindakan penyesuaian dari rencana yang telah dibuat.perlunya diadakan penysuaian ini disebabkan oleh adanya berbagai macam reaksi.
D. Prosedur
Prrosedur merupakan rangkaian tindakan yang akan dilaksanakan untuk waktu mendatang.jadi prosedur ini lebih menitikberatkan pada suatu tindakan.
E.Aturan(rule)
Aturan adalah suatu tindakan yang spesifik dan merupakan bagian dari proseduer aturan-aturan yang saling berkaitan dapat dikelompokkan menjadi suatu golongan disebut prosedur.
F.Program
Program merupakan campuaran antara kebijakan prosedur, aturan dan pemberian tugas yang disertai dengan suatu anggaran.
Kegunaan Perencanaan
Dibandingkan dengan fungsi lain, perencanaa adalah sangat penting sebab merupakan funsi dasar bagi fungsi tersebut.adapun kegunaan dari pada perencanaan adalah :
A.Mengurangi ketidakpastian serta Perubahan pada waktu mendatang.
B.Mengarahkan perhatian pada tujuan.
C.Memperingan Biaya
D.Merupakan sarana untuk mangadakan pengawasan
Langkah-Langkah Penyusunan Perencanaan.
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyusun suatu perencanaan adalah :
A.Menetapkan Tujuan
B.Menyusun Anggapan-anggapan(premising)
C.Menentukan berbagai alternative tindakan
D.Mengadakan penilaian terhadap Alternatif –alternatif tindakan yang sudah dipilih.
E.Mengambil Keputusan
F.Menyusun Rencana Pendukung.
Faktor-faktor yang membatasi Perencanaan
Adanya kelemahan ini disebabkan oleh beberapa factor yang mempunyai sifat membatasi perencanaan factor tersebut adalah:
A.Sulit nya mencari anggapan secara teliti
B.Perubahan yang sangat cepat
C.kelakuan Internal
D.Kekakuan Eksternal
E.Waktu dan Biaya
Pengambilan Keputusan
A.Syarat Pengambilan Keputusan
B.Alat Pengambilan Keputusan
PENGORGANISASIAN
Hubungan-hubungan yang terjadi didalam organisasi dapat berbentuk :
-hubungan informal
-hubungan formal
PENGARAHAN
Pengarahan merupakan aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaga nya secara efektif serta efisien untuk mencapai tujuan.
Pengarahan yang dilakukan oleh pimpinan harus berpegang pada beberapa prinsip yaitu :
A. Prinsip mengarah kepada tujuan
B. Prinsip keharmonisan dengan tujuan
C. Prinsip kesatuan komando
Cara pengarahan :
Adapun cara-cara pengarahan yang dilakukan dapat berupa.
A. Orientasi
B. Perintah
C. Delegasi wewenang
PENGKOORDINASIAN
Prinsip-prinsip koordinasi
Koordinasi antar bagian dan antar individu didalam organisasi akan dapat tercapai bila mana di ikuti dengan tiga prinsip :
A. Prinsip kontak langsung
B. Prinsip penekanan pada pentingnya koordinasi
C. Hubungan timbale balik diantara factor-faktor yang ada
PENGAWASAN
Langkah-langkah pengawasan:
Langkah langkah yang harus dilakukan untuk mengadakan pengawasan adalah ;
A. Menciptakan standard
B. Membandingkan kegiatan yang dilakukan dengan standard
C. Melakukan tindakan koreksi
Syarat syarat pengawasan yang baik
Untuk menjalankan pengawasan dengan baik di perlukan beberapa syarat yakni :
A. Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan (aktifitas)
B. Pengawasan harus melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi dengan segera
C. Pengawasan harus mempunyai pandangan kedepan
D. Pengawasan harus objektif, teliti dan sesuai dengan standard yang digunakan
E. Pengawasan harus luwesatau fleksibel
F. Pengawasan harus serasi dengan pola organisasi
G. Pengawasan harus ekonimis
H. Pengawasan harus mudah dimengerti
I. Pengawasan harus diikuti dengan perbaikan koreksi
REFERENSI :
Buku pengantar bisnis modern.
Oleh :
DR.BASU SWASTHA DH. SE . MBA
IBNU SUKOTJO W. SE
NAMA :SOPYAN.HAKIM
KELAS : 1EB17
NPM : 26210660
Sabtu, 16 Oktober 2010
tugas makalah ilmu budaya dasar
TUGAS MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
PERAN BUDAYA DAERAH MEMPERKOKOH KETAHANAN BUDAYA NASIONAL
PENYUSUN
NAMA : SOPYAN.HAKIM
KELAS : 1EB17
NPM : 26210660
UNIVERSITAS GUNADARMA
Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin
Topik Makalah
Peran budaya Daerah Memperkokoh Ketahanan Budaya Nasional
Dateline makalah : 16 Oktober 2010
Tanggal penyerahan atau Upload makalah : 16 Oktober 2010
Pernyataan
Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim/pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.
PENYUSUN
NPM NAMA LENGKAP TANDA TANGAN
26210660 SOPYAN.HAKIM
PROGRAM SARJANA EKONOMI AKUNTANSI
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Segala puji kepada ALLAH S.W.T Berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah ini.
Dalam makalah ini penulis akan membahas Peran budaya Daerah Memperkokoh Ketahanan Budaya Nasional
Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.
Semoga makalah ini bermanfaat untuk memberikan kontribusi kepada mahasiswa Dan tentunya makalah ini masih sangat jauh dari sempurna. Untuk itu penulis minta masukannya demi perbaikan pembuatan makalah di masa yang akan datang
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………..…3
DAFTAR ISI………………………………………………………………………4
BAB.1. PENDAHULUAN
1.Latar Belakang……………………………………………………………………5
2.Tujuan……………………………………………………………………………5
3.Sasaran……………………………………………………………………………6
BAB.2.PERMASALAHAN
1.Kekuatan Peranan Budaya daerah………………………………………………7
2.Kelemahan Peranan Budaya daerah…………………………………………….8
3.Kesempatan Peranan Budaya daerah……………………………………………9
4.tantangan/hambatan Peranan Budaya daerah……………………………………10
BAB.3.PENUTUP
1.Kesimpulan……………………………………………………………………11
2.Rekomendasi…………………………………………………………………11
1. Latar Belakang
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya juga merupakan identitas bangsa yang harus dihormati dan dijaga dengan baik oleh para penerus bangsa. Budaya lokal Indonesia beranekaragam sesuai dengan potensi yang dimiliki Indonesia sebagai negara majemuk yang terdiri dari banyak pulau, suku, dan sumber daya lainnya.
Hal ini menjadi satu kebanggaan sekaligus suatu tantangan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk dapat mempertahankan budaya daerah yang ada di tengah banyaknya pengaruh budaya asing yang dapat merusak budaya daerah.
2. TUJUAN
Tujuan untuk mempelajari budaya daerah yaitu untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang budaya daerah yang dimiliki oleh suatu negara khususnya dinegara Indonesia ini yang dengan budaya daerah , kekuatan, kelemahan, peluang, serta tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan peran budaya daerah yang harus kita rawat dan kita jaga..
Karena budaya daerah itu sangat penting untuk kita jaga dan kita rawat sbaik mungkin agar tidak dilupakan dan agar kebudayaan daerah itu bisa di ingat oleh anak cucu kita nanti.
Dan adapun tujuan lain dalam memperkokoh suatu ketahanan budaya bangsa Indonesia bagi masyarakat yaitu untuk menambah rasa kecintaan budaya tanah nenek moyang kita terhadap negara Indonesia ini.
3.SASARAN
Dalam pembuatan makalah ini saya sebagai penulis mengharapkan agar para pemuda Negara Indonesia bisa lebih menyadari bahwa sangat pentingnya suatu kebudayaan daerah. Karena kebudayaan daerah itu sangat berperan penting dalam memajukan dan mengembangkan suatu Negara.tapi banyak generasi pemuda yang melupakan kebudayaan daerah.sehingga banyak yang melupakan kebudayaan daerah.seperti Sebagaimana yang kita ketahui yang sekarang ini banyak kebudayaan Indonesia yang di klaim oleh Negara lain,untuk itu kita sebagai warga Negara yang baik harus tetap menjaga dan memelihara kebudayaan Indonesia agar tetap bisa di ingat oleh anak cucu kita.
BAB II
PERMASALAHAN
Analisis permasalahan peran budaya daerah memperkokoh ketahanan budaya nasional dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :
1.kekuatan (strength)
a)Keanekaragaman
Indonesia memiliki keanekaragaman budaya daerah yang dapat dijadikan sebagai aset yang tidak dapat disamakan dengan budaya negara lain. Budaya yang dimiliki Indonesia berbeda-beda pada setiap daerah. Tiap daerah memiliki ciri khas budayanya, seperti rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun yang dianut.
b) Luas wilayah.
Indonesia memiliki wilayah geografis yang sangat luas karena Indonesia merupakan satu kesatuan dari lima pulau besar (Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Irian Jaya). Lima pulau tersebut terbagi atas berbagai provinsi, kota hingga bagian yang paling sederhana. Setiap provinsi memiliki budaya yang berbeda-beda karena adanya perbedaan lingkungan alam, sosial dan budaya yang berbeda-beda.
c) Sumber daya manusia.
Selain memiliki wilayah yang sangat luas, Indonesia juga padat penduduknya terutama di Pulau Jawa. Kebudayaan merupakan hasil karya manusia.yang Hanya manusia yang memiliki pola pikir inovatif dan kreatif saja yang mampu menghasilkan keanekaragaman budaya.
d) Budaya daerah sebagai pembentuk bangsa
Budaya daerah sangat berperan dalam membentuk nilai moral bangsa .karena budaya daerah yang dapat dijadikan sebagai aset yang tidak dapat disamakan dengan budaya karena budaya daerah adalah budaya yang sangat penting dalam pembentukan bangsa, terutama Negara Indonesia .
2. Kelemahan (weakness)
a) Sumber daya manusia.
Indonesia banyak memiliki penduduk yang sangat padat. tetapi, belum tentu negara yang padat penduduknya mampu menjaga kebudayaan yang dimiliki negaranya dan mampu menciptakan budaya yang inovatif dan positif.
b) Semakin tergerusnya budaya daerah di indonesia oleh ekspansi budaya global sehingga semakin tidak apresiatif terhadap budaya lokal dan terasing dari budaya sendiri.budaya global sangat cepat menyingkirkan budaya daerah.
c) kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kesenian dan kebudayaan daerah dari masyarakat dan pemerintah menjadi faktor utama dan kendala dalam pelestarian kebudayaan agar tidak di klaim oleh pihak asing, oleh karena itu kita harus mempertahankan budaya daerah .
d) Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya daerah, bahkan sekarang ini masih terbilang minim. Sehingga banyak budaya yang di klaim oleh Negara-negara lain.karena tidak terpedulinya masyarakat terhadap budaya daerah. Banyak budaya daerah Indonesia yang di klaim.
3. Peluang (opportunity)
a) Negara Indonesia dihormati di dunia Internasional karena kekuatan budayanya yang sangat kental. Karena Indonesia Negara yang banyak mempunyai keanekaragaman budaya daerah yang bermacam-macam.
b) Budaya daerah Indonesia sering kali menarik perhatian para turis mancanegara. Ini dapat dijadikan seabagai objek wisata sehingga akan menghasilkan devisa bagi Negara dan bahkan bisa memperkenalkan budaya daerah kepada turis asing untuk mengetahui nya lebih dalam tentang budaya daerah.
c) Perkembangan seni dan sastra yang lebih maju menjadi sebuah peluang untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan kebudayaan Indonesia melalui internet sehingga banyak masyarakat di dunia yang mengetahui budaya daerah Negara Indonesia.
d) Perkembangan IPTEK dapat dijadikan peluang bagi bangsa Indonesia untuk memperkenalkan seluruh budaya daerah Negara Indonesia yang unik kepada negara asing. Jika perkembangan IPTEK dapat digunakan dengan sebaik-baiknya, kebudayaan dapat dijadikan sebagai media mengalirnya valuta asing ke dalam pendapatan pemerintah dengan cara mengiklankannya di internet yang tidak perlu mengeluarkan dana yang besar.
4. Tantangan/Hambatan (threasts)
a. Tidak semua anak Indonesia dapat menikmati pendidikan. Hal demikian terjadi karena masih banyak masyarakat Indonesia yang ekonominya sangat rendah sehingga banyak anak-anak yang kurang memahami kebudayaan daerah.
b. Pada umumnya, mayarakat Indonesia terbagi atas tiga status sosial (strata), seperti strata atas, strata menengah dan strata bawah. Hal demikian membuktikan bahwa tingkat pemerataan hasil pembangunan masih timpang. Keadaan yang demikian merupakan tantangan bagi pemerintah Indonesia untuk memeratakan hasil pembangunan sehingga dalam proses penyebaran informasi tentang budaya lokal dapat berjalan dengan lancar.
c. Masuknya budaya asing ke Indonesia akan menjadi suatu hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah agar budaya daerah tidak terlupakan karena masuk nya budaya asing ke Indonesia.
d. masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang mudah sekali terpengaruh oleh masuknya budaya-budaya lain.sehingga dapat mempengaruhi kebudayaan daerah. Hal ini harus di perhatikan.
BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
1. KESIMPULAN
1) Kebudayaan daerah merupakan kesenian tradisional yang dimiliki oleh setiap daerah,maupun suku yang ada di Indonesia dan Negara manapun.
2) pemberian motivasi terhadap para pemuda untuk ikut dalam memperkokoh ketahanan bangsa melalui kebudayaan daerah.agar para pemuda jaman sekarang tidak melupakan kebudayaan daerah Negara Indonesia .
3) Begitu banyak hasil kesenian tradisional bangsa Indonesia yang berpeluang untuk memperkokoh ketahanan bangsa indonesia
4) Kebudayaan daerah yang dimiliki Indonesia merupakan sebuah aset mahal dan berharga nilainnya yang tak terhingga. Oleh karena itu kita harus menjaga dengan sebaik mungkin agar tidak di klaim oleh Negara lain.
2.Rekomendasi
a) Perlu adanya perhatian yang besar terhadap budaya daerah yang kita miliki agar budaya daerah tidak hilang dan tetap terpelihara sebagai identitas suatu daerah tertentu.
b) Melibatkan dewan kebudayaan dan lembaga-lembaga budaya dalam mengembangkan budaya daerah dan masyarakat agar tetap tidak melupakan budaya daerah.
c) Melestarikan budaya daerah dengan aktif melakukan kegiatan penyelenggaraan kebudayaan dalam rangka mengenalkan lebih dekat kepada masyarakat tentang budaya-budaya.derah Melibatkan dewan kebudayaan dan lembaga-lembaga budaya dalam mengembangkan budaya daerah
d) Mengusahakan agar semua orang mampu mengelola dan menjaga keanekaragaman budaya daerah agar tidak terlupakan oleh generasi muda sekarang.
Referensi : www.google.com
PERAN BUDAYA DAERAH MEMPERKOKOH KETAHANAN BUDAYA NASIONAL
PENYUSUN
NAMA : SOPYAN.HAKIM
KELAS : 1EB17
NPM : 26210660
UNIVERSITAS GUNADARMA
Mata Kuliah : Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Muhammad Burhan Amin
Topik Makalah
Peran budaya Daerah Memperkokoh Ketahanan Budaya Nasional
Dateline makalah : 16 Oktober 2010
Tanggal penyerahan atau Upload makalah : 16 Oktober 2010
Pernyataan
Dengan ini saya menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam penyusunan makalah ini saya buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim/pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, saya siap menerima konsekuensi untuk mendapat nilai 1/100 untuk mata kuliah ini.
PENYUSUN
NPM NAMA LENGKAP TANDA TANGAN
26210660 SOPYAN.HAKIM
PROGRAM SARJANA EKONOMI AKUNTANSI
UNIVERSITAS GUNADARMA
KATA PENGANTAR
Segala puji kepada ALLAH S.W.T Berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusun mampu menyelesaikan tugas makalah ini.
Dalam makalah ini penulis akan membahas Peran budaya Daerah Memperkokoh Ketahanan Budaya Nasional
Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas dan persyaratan untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.
Semoga makalah ini bermanfaat untuk memberikan kontribusi kepada mahasiswa Dan tentunya makalah ini masih sangat jauh dari sempurna. Untuk itu penulis minta masukannya demi perbaikan pembuatan makalah di masa yang akan datang
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………………..…3
DAFTAR ISI………………………………………………………………………4
BAB.1. PENDAHULUAN
1.Latar Belakang……………………………………………………………………5
2.Tujuan……………………………………………………………………………5
3.Sasaran……………………………………………………………………………6
BAB.2.PERMASALAHAN
1.Kekuatan Peranan Budaya daerah………………………………………………7
2.Kelemahan Peranan Budaya daerah…………………………………………….8
3.Kesempatan Peranan Budaya daerah……………………………………………9
4.tantangan/hambatan Peranan Budaya daerah……………………………………10
BAB.3.PENUTUP
1.Kesimpulan……………………………………………………………………11
2.Rekomendasi…………………………………………………………………11
1. Latar Belakang
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya juga merupakan identitas bangsa yang harus dihormati dan dijaga dengan baik oleh para penerus bangsa. Budaya lokal Indonesia beranekaragam sesuai dengan potensi yang dimiliki Indonesia sebagai negara majemuk yang terdiri dari banyak pulau, suku, dan sumber daya lainnya.
Hal ini menjadi satu kebanggaan sekaligus suatu tantangan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk dapat mempertahankan budaya daerah yang ada di tengah banyaknya pengaruh budaya asing yang dapat merusak budaya daerah.
2. TUJUAN
Tujuan untuk mempelajari budaya daerah yaitu untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang budaya daerah yang dimiliki oleh suatu negara khususnya dinegara Indonesia ini yang dengan budaya daerah , kekuatan, kelemahan, peluang, serta tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan peran budaya daerah yang harus kita rawat dan kita jaga..
Karena budaya daerah itu sangat penting untuk kita jaga dan kita rawat sbaik mungkin agar tidak dilupakan dan agar kebudayaan daerah itu bisa di ingat oleh anak cucu kita nanti.
Dan adapun tujuan lain dalam memperkokoh suatu ketahanan budaya bangsa Indonesia bagi masyarakat yaitu untuk menambah rasa kecintaan budaya tanah nenek moyang kita terhadap negara Indonesia ini.
3.SASARAN
Dalam pembuatan makalah ini saya sebagai penulis mengharapkan agar para pemuda Negara Indonesia bisa lebih menyadari bahwa sangat pentingnya suatu kebudayaan daerah. Karena kebudayaan daerah itu sangat berperan penting dalam memajukan dan mengembangkan suatu Negara.tapi banyak generasi pemuda yang melupakan kebudayaan daerah.sehingga banyak yang melupakan kebudayaan daerah.seperti Sebagaimana yang kita ketahui yang sekarang ini banyak kebudayaan Indonesia yang di klaim oleh Negara lain,untuk itu kita sebagai warga Negara yang baik harus tetap menjaga dan memelihara kebudayaan Indonesia agar tetap bisa di ingat oleh anak cucu kita.
BAB II
PERMASALAHAN
Analisis permasalahan peran budaya daerah memperkokoh ketahanan budaya nasional dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :
1.kekuatan (strength)
a)Keanekaragaman
Indonesia memiliki keanekaragaman budaya daerah yang dapat dijadikan sebagai aset yang tidak dapat disamakan dengan budaya negara lain. Budaya yang dimiliki Indonesia berbeda-beda pada setiap daerah. Tiap daerah memiliki ciri khas budayanya, seperti rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun yang dianut.
b) Luas wilayah.
Indonesia memiliki wilayah geografis yang sangat luas karena Indonesia merupakan satu kesatuan dari lima pulau besar (Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi dan Irian Jaya). Lima pulau tersebut terbagi atas berbagai provinsi, kota hingga bagian yang paling sederhana. Setiap provinsi memiliki budaya yang berbeda-beda karena adanya perbedaan lingkungan alam, sosial dan budaya yang berbeda-beda.
c) Sumber daya manusia.
Selain memiliki wilayah yang sangat luas, Indonesia juga padat penduduknya terutama di Pulau Jawa. Kebudayaan merupakan hasil karya manusia.yang Hanya manusia yang memiliki pola pikir inovatif dan kreatif saja yang mampu menghasilkan keanekaragaman budaya.
d) Budaya daerah sebagai pembentuk bangsa
Budaya daerah sangat berperan dalam membentuk nilai moral bangsa .karena budaya daerah yang dapat dijadikan sebagai aset yang tidak dapat disamakan dengan budaya karena budaya daerah adalah budaya yang sangat penting dalam pembentukan bangsa, terutama Negara Indonesia .
2. Kelemahan (weakness)
a) Sumber daya manusia.
Indonesia banyak memiliki penduduk yang sangat padat. tetapi, belum tentu negara yang padat penduduknya mampu menjaga kebudayaan yang dimiliki negaranya dan mampu menciptakan budaya yang inovatif dan positif.
b) Semakin tergerusnya budaya daerah di indonesia oleh ekspansi budaya global sehingga semakin tidak apresiatif terhadap budaya lokal dan terasing dari budaya sendiri.budaya global sangat cepat menyingkirkan budaya daerah.
c) kurangnya kepedulian masyarakat terhadap kesenian dan kebudayaan daerah dari masyarakat dan pemerintah menjadi faktor utama dan kendala dalam pelestarian kebudayaan agar tidak di klaim oleh pihak asing, oleh karena itu kita harus mempertahankan budaya daerah .
d) Kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya daerah, bahkan sekarang ini masih terbilang minim. Sehingga banyak budaya yang di klaim oleh Negara-negara lain.karena tidak terpedulinya masyarakat terhadap budaya daerah. Banyak budaya daerah Indonesia yang di klaim.
3. Peluang (opportunity)
a) Negara Indonesia dihormati di dunia Internasional karena kekuatan budayanya yang sangat kental. Karena Indonesia Negara yang banyak mempunyai keanekaragaman budaya daerah yang bermacam-macam.
b) Budaya daerah Indonesia sering kali menarik perhatian para turis mancanegara. Ini dapat dijadikan seabagai objek wisata sehingga akan menghasilkan devisa bagi Negara dan bahkan bisa memperkenalkan budaya daerah kepada turis asing untuk mengetahui nya lebih dalam tentang budaya daerah.
c) Perkembangan seni dan sastra yang lebih maju menjadi sebuah peluang untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan kebudayaan Indonesia melalui internet sehingga banyak masyarakat di dunia yang mengetahui budaya daerah Negara Indonesia.
d) Perkembangan IPTEK dapat dijadikan peluang bagi bangsa Indonesia untuk memperkenalkan seluruh budaya daerah Negara Indonesia yang unik kepada negara asing. Jika perkembangan IPTEK dapat digunakan dengan sebaik-baiknya, kebudayaan dapat dijadikan sebagai media mengalirnya valuta asing ke dalam pendapatan pemerintah dengan cara mengiklankannya di internet yang tidak perlu mengeluarkan dana yang besar.
4. Tantangan/Hambatan (threasts)
a. Tidak semua anak Indonesia dapat menikmati pendidikan. Hal demikian terjadi karena masih banyak masyarakat Indonesia yang ekonominya sangat rendah sehingga banyak anak-anak yang kurang memahami kebudayaan daerah.
b. Pada umumnya, mayarakat Indonesia terbagi atas tiga status sosial (strata), seperti strata atas, strata menengah dan strata bawah. Hal demikian membuktikan bahwa tingkat pemerataan hasil pembangunan masih timpang. Keadaan yang demikian merupakan tantangan bagi pemerintah Indonesia untuk memeratakan hasil pembangunan sehingga dalam proses penyebaran informasi tentang budaya lokal dapat berjalan dengan lancar.
c. Masuknya budaya asing ke Indonesia akan menjadi suatu hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah agar budaya daerah tidak terlupakan karena masuk nya budaya asing ke Indonesia.
d. masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang mudah sekali terpengaruh oleh masuknya budaya-budaya lain.sehingga dapat mempengaruhi kebudayaan daerah. Hal ini harus di perhatikan.
BAB III
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
1. KESIMPULAN
1) Kebudayaan daerah merupakan kesenian tradisional yang dimiliki oleh setiap daerah,maupun suku yang ada di Indonesia dan Negara manapun.
2) pemberian motivasi terhadap para pemuda untuk ikut dalam memperkokoh ketahanan bangsa melalui kebudayaan daerah.agar para pemuda jaman sekarang tidak melupakan kebudayaan daerah Negara Indonesia .
3) Begitu banyak hasil kesenian tradisional bangsa Indonesia yang berpeluang untuk memperkokoh ketahanan bangsa indonesia
4) Kebudayaan daerah yang dimiliki Indonesia merupakan sebuah aset mahal dan berharga nilainnya yang tak terhingga. Oleh karena itu kita harus menjaga dengan sebaik mungkin agar tidak di klaim oleh Negara lain.
2.Rekomendasi
a) Perlu adanya perhatian yang besar terhadap budaya daerah yang kita miliki agar budaya daerah tidak hilang dan tetap terpelihara sebagai identitas suatu daerah tertentu.
b) Melibatkan dewan kebudayaan dan lembaga-lembaga budaya dalam mengembangkan budaya daerah dan masyarakat agar tetap tidak melupakan budaya daerah.
c) Melestarikan budaya daerah dengan aktif melakukan kegiatan penyelenggaraan kebudayaan dalam rangka mengenalkan lebih dekat kepada masyarakat tentang budaya-budaya.derah Melibatkan dewan kebudayaan dan lembaga-lembaga budaya dalam mengembangkan budaya daerah
d) Mengusahakan agar semua orang mampu mengelola dan menjaga keanekaragaman budaya daerah agar tidak terlupakan oleh generasi muda sekarang.
Referensi : www.google.com
Sabtu, 09 Oktober 2010
MANFAAT KOMPUTER
Pemanfaatan computer
Pada saat ini hampir di seluruh dunia semua orang tahu dan mengenal apa itu
computer ?
Computer adalah alat teknologi yang boleh di bilang alat teknologi yang canggih pada saat ini.karena pada zaman sekarang computer bisa digunakan untuk semua orang. Baik anak-anak kecil maupun orang tua. Bahkan computer zaman sekarang bisa di bawa pergi untuk beraktifitas atau yang sering kita sebut dengan LAPTOP. computer mempunyai fungsi dan dan banyak manfaat.. tergantung dari kita memakainya.
bahkan Saat ini para manajer, para pendidik, para pejabat, para peneliti dan masyarakat luas internasional telah banyak mempergunakan komputer dalam kehidupan sehari-harinya sebagai alat bantu yang sangat berguna. Dengan demikian komputer sudah merupakan peralatan bagi kebutuhan masyarakat.
Saya disini akan membahas manfaat konputer . manfaat computer dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak dan sangat membantu kita dalam menjalankan pekerjaan-pekerjaan kita dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh nya :
• membantu alat tulis
• bermain game
• menggambar
• mengerjakan tugas
• bisa mengedit foto
• memutar musik
• dan internet dan Lain-Lain
Itulah sepenggal penjelasan tentang manfaat computer. Dapat disimpulkan dari data di atas bahwa computer adalah sebuah alat teknologi yang mudah digunakan dan multi fungsi yang sangat kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari
NAMA :SOPYAN.HAKIM
KELAS :1EB17
NPM :26210660
Pada saat ini hampir di seluruh dunia semua orang tahu dan mengenal apa itu
computer ?
Computer adalah alat teknologi yang boleh di bilang alat teknologi yang canggih pada saat ini.karena pada zaman sekarang computer bisa digunakan untuk semua orang. Baik anak-anak kecil maupun orang tua. Bahkan computer zaman sekarang bisa di bawa pergi untuk beraktifitas atau yang sering kita sebut dengan LAPTOP. computer mempunyai fungsi dan dan banyak manfaat.. tergantung dari kita memakainya.
bahkan Saat ini para manajer, para pendidik, para pejabat, para peneliti dan masyarakat luas internasional telah banyak mempergunakan komputer dalam kehidupan sehari-harinya sebagai alat bantu yang sangat berguna. Dengan demikian komputer sudah merupakan peralatan bagi kebutuhan masyarakat.
Saya disini akan membahas manfaat konputer . manfaat computer dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak dan sangat membantu kita dalam menjalankan pekerjaan-pekerjaan kita dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh nya :
• membantu alat tulis
• bermain game
• menggambar
• mengerjakan tugas
• bisa mengedit foto
• memutar musik
• dan internet dan Lain-Lain
Itulah sepenggal penjelasan tentang manfaat computer. Dapat disimpulkan dari data di atas bahwa computer adalah sebuah alat teknologi yang mudah digunakan dan multi fungsi yang sangat kita butuhkan dalam kehidupan sehari-hari
NAMA :SOPYAN.HAKIM
KELAS :1EB17
NPM :26210660
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PERUSAHAAN
Tugas pengantar bisnis bab 2
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PERUSAHAAN
Kondisi bisnis banayak berpengaruh pada pada kehidupa kita. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan mempunyai beberapa tanggung jawab pada kehidupan dan kesejahteraan manusia.
Istilah tanggung jawab sosial menunjukan pertimbangan manajemen tentang pengaruh sosial disamping juga pengaruuh ekonomi dari keputusan-keputusan nya.
Pengertian Lingkungan Perusahaan
Linghkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktr ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Sedangkan arti lingkungan secara luas mencakup semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu,perusahaan, dan masyarakat.
Perusahaan dalam Masyarakat yang pluralistik
Masyarakat pluralistic adalah kombinasi dari berbagai kelompok yang mempengaruhi lingkungan perusahaan. Dalam hal ini, pluralisme mencerminkan usaha manusia untuk mempertahankan kebutuhan dan kepentingan dari berbagai organisasi.
Kesan Negatif Tentang Perusahaan
Kritik terhadap perusahaan tidak hanya terbatas pada pertimbangan ekonomi,moral,etik dan politiksaja.tetapi juga menyangkutlingkungan fisik. Polusi udara juga meningkat,
Usaha-usaha untuk memperbaiki kesan negative
Untuk memperbaiki adanya kesa-kesan negative dari masyarakat terhadap perusahaan,tentunya perusahaan tidak menciptakan masalah yang negative serta perlu melaksanakan kegiatan hubungan masyarakat (humas) yang efektif. Kegiatan humas yang baik harus dapat menciptakan komunikasi dua arah yang serasi antara perusahaaan dengan pemerintah dan masyarakat, bukannya hanya berproganda saja.
LINGKUNGAN FISIK,ENERGI DAN KONSERVASI
Dari masalah-masalah ekonomi dan sosial, salah satu masalah yang sangat sulit diatasi dan memerlukan biaya besar adalah yang berkaitan dengan lingkungan fisik. Di beberapa Indonesia, seperti jakartadan Surabaya.
Dampaknya dapat dirasakan dalam jangka waktu lama karena munculnya penyakit-penyaakit yang diakibatkan oleh pencemaran tersebut.
EKOLOGI
Ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Kualitas lingkungan kita sudah semakin menurun. Hal ini terutama disebabkan oleh kombinasi dari tiga faktor :
1. semakin meningkat nya konsentrasi penduduk
2. perkembangan teknologi baru
3. semakin meningkat nya kemakmuran ekonomi
Macam-macam Polusi
Polusi merupakan pengrusakan lingkungan alam diman kita hidup dan bekerja.
Pencemaran Udara
Polusi udara ini menimbulkan dampak negative yang biasanya di kaitkan dengan penyakit jantung dan pernapasan. Tetapi, dapat diduga bahwa pencemaran udara seperti ini berpengaruh negative pada kesehatan badan setiap orang.
Pencemaran Air
Cukup banyak kasus pencemaran air di Indonesia yang berasal dari berbagai macam sumber, seperti lingkungan industri, pemukiman,dan lingkungan pertanian. Penggunaan pupuk yang mempunyai kandungan nitrat cukup banyak dapat menyebabkan polusi air baik dipermukaan maupun di bawah tanah.
Pencemaran Sampah Awet
Hal-hal yang berkaitan dengan sampah awet akan selalu menjadi persoalan.
Sering smapah awet, sperti kaleng bekas,botol,karet dan plastic,sulit mendapatkan pembuangan ditanam pun tidak lekas larut dalam tanah.
Di Indonesia data tentang sampah awet ini belum tersedia sehingga tidak kita ketahui volumenya.
Energi Dan konsentrasi
Di Indonesia sumber energi minyak bumi sudah lama di gunakan di smping batu bara dan air.
Namun demikian orang tetap melakukan penghematan energi yang kenyataannya dapat menghemat pengeluaran cukup banyak. Untuk jangka panjang penhematan seperti ini juga akan berpengaruh pada kelestarian sumber-sumber yang ada.
LINGKUNGAN PEREKONOMIAN DAN PERPANJANGAN
Alasan-alasan bagi meningkat nya pengeluaran Pemerintah
Di kota-kota besar seperti Jakarta,Surabaya dan sebagainya telah mengalamiproses urbanisasi dengan pesat.
Untuk meningkatkan fasilitas pelayanan kepada masyarakat pemerintah telah membangun taman bagi keperluanrekreasi,perpustakaan,museum dan pusat-pusat rekreasi serta kebudayaan yang lain.
Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah
Apabila pengeluaran pemerintah lebih besar dari penghasilan nya, maka akan terjadi defisit. Jumlah uang dipinjam dengan cara ini disebut utang Negara.
Ada beberapa macam pajak yang dikenakan oleh pemerintah antara lain:
A. pajak tidak langsung
B. pajak langsung
secara keseluruhan penerimaan pemerintah dapat diperoleh dari:
• penerimaan dalam negeri
• penerimaan pembangunan
sedangkan seluruh pengeluaran pemerintah dikelompokkan ke dalam:
• pengeluaran rutin
• pengeluaran pembangunan
LINGKUNGAN HUKUM
Hukum public yang ada di Indonesia dapat di kelompokkan ke dalam :
(1) hukum public
(2) hukum privat.
LINGKUNGAN PEMERINTAH
• Perhatian Pemerintah terhadap kegiatan usaha
Keuntungan ekonomi juga merupakan alas an bagi pemerintah untuk memberikan bantuan, disamping alasan keamanan dan alasan ini.
A.bantuan di bidang Transportasi
Tidak sedikit bantuan pemerintah di bidang transportasi. Hampir di setiap faktor pengangkutan, pemerintah banyak memegang peranan .
B,Bantuan pada perusahaan perusahaan kecil
Bantuan kepada perusahaan kecil dapat di golongkan ke dalam tiga golongan yaitu:
• bantuan financial
• bantuan pemberian kontrak
• bantuan teknik dan manajemen
C.bantuan di bidang komunikasi
Bidang komunikasi meliputi kegiatan siaran radio,televise,telepon,dan sebagainya hampir seluruhnya dikuasai dan di atur oleh pemerintah.
LINGKUNGAN INTERNASIONAL
Lingkungan internasional ini merupakan suatu konsep keseluruahn yang luas meliputi kegiatan dan masalah perekonomian dunia.
*Neraca Pembayaran Internasional
Keadaan perekonomian internasinal beberapa Negara ditunjukkan dalam neraca pembayaran.
*perusahaan multinasional (multinational corporation)
Perusahaan multi nasional kebanyakan barasal dri Negara eropa,amerika dan jepang.
*kegiatan multinational
Perusahaan multinational bertujuan memasarkan barang hasil produksinya tidak hanya ke satu Negara saja,tetapi juga ke Negara lain.
*ciri-ciri Perusahaan Multinational
PBB dalam laporan tahun 1973 mendefinisikan perusahaan multinational sebagai suatu perusahaan yang kegiatan pokok nya meliputi usaha pengolahan/manufaktur atau pemberian jasa dalam sedikit nya dua Negara.
*Kebaikan dan keburukan Perusahaan Multinational
Berikut ini diuraikan kebaikan dan keburukan didirikan nya perusahaan multinational bagi Negara pngundang, terutama Negara sudah berkembang.
A.kebaikan Perusahaan Multinational
*menambah devisa Negara
*mengurangi kebutuhan devisa DLL.
B.Keburukan perusahaan multinational.
*makin banyak nya perusahaan multinational DLL.
*Lembaga-lembaga yang membantu Perdagangan International
Untuk menjual barang ke luar negeri barang dari luar negeri di butuhkan adanya lembaga perantara. Perantara ini disebut middlemen, di bedakan ke dalam empat golonga.
A. Export and Import Commision House
B. Merchant Expoters and importers
C. Manufactures Export Agents
D. Export and Import Brokers.
*Perkembangan impor dan ekspor Indonesia
Barang yang termasuk kategori bukan minya dikelompokkan lagi menjadi.
A,golongan barang utama: kayu,karet,timah dan minyak DLL.
B.golongan barang lain : kopra,barang tambang,bahan makanan DLL.
Impor yang dilakukan oleh Indonesia selama meliputi tiga macam gaolongan barang :
A.barang konsumsi: beras,tepungterigu,tekstil DLL.
B.Bahan baku dan penolong: cengkeh,bahan kimia DLL.
C.Barang Modal: mesin ,Generator listrik DLL
REFERENSI :
Buku PENGANTAR BISNIS MODERN
Edisi ketiga
Disusun oleh : DR. BASU SWASTHA DH., SE., MBA dan IBNU SUKOTJO W, SE
Penerbit : LIBERTY, YOGYAKARTA
NAMA : SOPYAN.HAKIM
KELAS : 1EB17
NPM :26210660
PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PERUSAHAAN
Kondisi bisnis banayak berpengaruh pada pada kehidupa kita. Oleh karena itu perusahaan-perusahaan mempunyai beberapa tanggung jawab pada kehidupan dan kesejahteraan manusia.
Istilah tanggung jawab sosial menunjukan pertimbangan manajemen tentang pengaruh sosial disamping juga pengaruuh ekonomi dari keputusan-keputusan nya.
Pengertian Lingkungan Perusahaan
Linghkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor-faktr ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Sedangkan arti lingkungan secara luas mencakup semua faktor ekstern yang mempengaruhi individu,perusahaan, dan masyarakat.
Perusahaan dalam Masyarakat yang pluralistik
Masyarakat pluralistic adalah kombinasi dari berbagai kelompok yang mempengaruhi lingkungan perusahaan. Dalam hal ini, pluralisme mencerminkan usaha manusia untuk mempertahankan kebutuhan dan kepentingan dari berbagai organisasi.
Kesan Negatif Tentang Perusahaan
Kritik terhadap perusahaan tidak hanya terbatas pada pertimbangan ekonomi,moral,etik dan politiksaja.tetapi juga menyangkutlingkungan fisik. Polusi udara juga meningkat,
Usaha-usaha untuk memperbaiki kesan negative
Untuk memperbaiki adanya kesa-kesan negative dari masyarakat terhadap perusahaan,tentunya perusahaan tidak menciptakan masalah yang negative serta perlu melaksanakan kegiatan hubungan masyarakat (humas) yang efektif. Kegiatan humas yang baik harus dapat menciptakan komunikasi dua arah yang serasi antara perusahaaan dengan pemerintah dan masyarakat, bukannya hanya berproganda saja.
LINGKUNGAN FISIK,ENERGI DAN KONSERVASI
Dari masalah-masalah ekonomi dan sosial, salah satu masalah yang sangat sulit diatasi dan memerlukan biaya besar adalah yang berkaitan dengan lingkungan fisik. Di beberapa Indonesia, seperti jakartadan Surabaya.
Dampaknya dapat dirasakan dalam jangka waktu lama karena munculnya penyakit-penyaakit yang diakibatkan oleh pencemaran tersebut.
EKOLOGI
Ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Kualitas lingkungan kita sudah semakin menurun. Hal ini terutama disebabkan oleh kombinasi dari tiga faktor :
1. semakin meningkat nya konsentrasi penduduk
2. perkembangan teknologi baru
3. semakin meningkat nya kemakmuran ekonomi
Macam-macam Polusi
Polusi merupakan pengrusakan lingkungan alam diman kita hidup dan bekerja.
Pencemaran Udara
Polusi udara ini menimbulkan dampak negative yang biasanya di kaitkan dengan penyakit jantung dan pernapasan. Tetapi, dapat diduga bahwa pencemaran udara seperti ini berpengaruh negative pada kesehatan badan setiap orang.
Pencemaran Air
Cukup banyak kasus pencemaran air di Indonesia yang berasal dari berbagai macam sumber, seperti lingkungan industri, pemukiman,dan lingkungan pertanian. Penggunaan pupuk yang mempunyai kandungan nitrat cukup banyak dapat menyebabkan polusi air baik dipermukaan maupun di bawah tanah.
Pencemaran Sampah Awet
Hal-hal yang berkaitan dengan sampah awet akan selalu menjadi persoalan.
Sering smapah awet, sperti kaleng bekas,botol,karet dan plastic,sulit mendapatkan pembuangan ditanam pun tidak lekas larut dalam tanah.
Di Indonesia data tentang sampah awet ini belum tersedia sehingga tidak kita ketahui volumenya.
Energi Dan konsentrasi
Di Indonesia sumber energi minyak bumi sudah lama di gunakan di smping batu bara dan air.
Namun demikian orang tetap melakukan penghematan energi yang kenyataannya dapat menghemat pengeluaran cukup banyak. Untuk jangka panjang penhematan seperti ini juga akan berpengaruh pada kelestarian sumber-sumber yang ada.
LINGKUNGAN PEREKONOMIAN DAN PERPANJANGAN
Alasan-alasan bagi meningkat nya pengeluaran Pemerintah
Di kota-kota besar seperti Jakarta,Surabaya dan sebagainya telah mengalamiproses urbanisasi dengan pesat.
Untuk meningkatkan fasilitas pelayanan kepada masyarakat pemerintah telah membangun taman bagi keperluanrekreasi,perpustakaan,museum dan pusat-pusat rekreasi serta kebudayaan yang lain.
Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah
Apabila pengeluaran pemerintah lebih besar dari penghasilan nya, maka akan terjadi defisit. Jumlah uang dipinjam dengan cara ini disebut utang Negara.
Ada beberapa macam pajak yang dikenakan oleh pemerintah antara lain:
A. pajak tidak langsung
B. pajak langsung
secara keseluruhan penerimaan pemerintah dapat diperoleh dari:
• penerimaan dalam negeri
• penerimaan pembangunan
sedangkan seluruh pengeluaran pemerintah dikelompokkan ke dalam:
• pengeluaran rutin
• pengeluaran pembangunan
LINGKUNGAN HUKUM
Hukum public yang ada di Indonesia dapat di kelompokkan ke dalam :
(1) hukum public
(2) hukum privat.
LINGKUNGAN PEMERINTAH
• Perhatian Pemerintah terhadap kegiatan usaha
Keuntungan ekonomi juga merupakan alas an bagi pemerintah untuk memberikan bantuan, disamping alasan keamanan dan alasan ini.
A.bantuan di bidang Transportasi
Tidak sedikit bantuan pemerintah di bidang transportasi. Hampir di setiap faktor pengangkutan, pemerintah banyak memegang peranan .
B,Bantuan pada perusahaan perusahaan kecil
Bantuan kepada perusahaan kecil dapat di golongkan ke dalam tiga golongan yaitu:
• bantuan financial
• bantuan pemberian kontrak
• bantuan teknik dan manajemen
C.bantuan di bidang komunikasi
Bidang komunikasi meliputi kegiatan siaran radio,televise,telepon,dan sebagainya hampir seluruhnya dikuasai dan di atur oleh pemerintah.
LINGKUNGAN INTERNASIONAL
Lingkungan internasional ini merupakan suatu konsep keseluruahn yang luas meliputi kegiatan dan masalah perekonomian dunia.
*Neraca Pembayaran Internasional
Keadaan perekonomian internasinal beberapa Negara ditunjukkan dalam neraca pembayaran.
*perusahaan multinasional (multinational corporation)
Perusahaan multi nasional kebanyakan barasal dri Negara eropa,amerika dan jepang.
*kegiatan multinational
Perusahaan multinational bertujuan memasarkan barang hasil produksinya tidak hanya ke satu Negara saja,tetapi juga ke Negara lain.
*ciri-ciri Perusahaan Multinational
PBB dalam laporan tahun 1973 mendefinisikan perusahaan multinational sebagai suatu perusahaan yang kegiatan pokok nya meliputi usaha pengolahan/manufaktur atau pemberian jasa dalam sedikit nya dua Negara.
*Kebaikan dan keburukan Perusahaan Multinational
Berikut ini diuraikan kebaikan dan keburukan didirikan nya perusahaan multinational bagi Negara pngundang, terutama Negara sudah berkembang.
A.kebaikan Perusahaan Multinational
*menambah devisa Negara
*mengurangi kebutuhan devisa DLL.
B.Keburukan perusahaan multinational.
*makin banyak nya perusahaan multinational DLL.
*Lembaga-lembaga yang membantu Perdagangan International
Untuk menjual barang ke luar negeri barang dari luar negeri di butuhkan adanya lembaga perantara. Perantara ini disebut middlemen, di bedakan ke dalam empat golonga.
A. Export and Import Commision House
B. Merchant Expoters and importers
C. Manufactures Export Agents
D. Export and Import Brokers.
*Perkembangan impor dan ekspor Indonesia
Barang yang termasuk kategori bukan minya dikelompokkan lagi menjadi.
A,golongan barang utama: kayu,karet,timah dan minyak DLL.
B.golongan barang lain : kopra,barang tambang,bahan makanan DLL.
Impor yang dilakukan oleh Indonesia selama meliputi tiga macam gaolongan barang :
A.barang konsumsi: beras,tepungterigu,tekstil DLL.
B.Bahan baku dan penolong: cengkeh,bahan kimia DLL.
C.Barang Modal: mesin ,Generator listrik DLL
REFERENSI :
Buku PENGANTAR BISNIS MODERN
Edisi ketiga
Disusun oleh : DR. BASU SWASTHA DH., SE., MBA dan IBNU SUKOTJO W, SE
Penerbit : LIBERTY, YOGYAKARTA
NAMA : SOPYAN.HAKIM
KELAS : 1EB17
NPM :26210660
Langganan:
Postingan (Atom)